Inalillahi Wainailaihi Rojiun, pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei tewas akibat serangan Israel
Pada Minggu 1 Maret 2026, media pemerintah Iran mengabarkan, bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei meninggal akibat serangan yang disebut dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat.
“Ayatollah Khamenei, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, gugur sebagai syahid setelah diserang oleh rezim Zionis dan Amerika Seikat pada Sabtu pagi.”
kematian pemimpin yang berusia 86 tahun itu menimbulkan ketidakpastian serius terhadap masa depan Republik Islam Iran sekaligus meningkatkan risiko instabilitas regional.
Sebelumnya, pejabat Iran membantah klaim Israel mengenai kematian Ali Khamenei.
Namun, Presiden Amerika Serikat Donald Trump justru mengumumkan bahwa ia telah tews.
“Khemenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah meninggal,” tulis Donald Trump.
IRNA juga melaporkan bahwa serangan terhadap sebuah sekolah di negara Iran selatan menewaskan sedikitnya 108 orang, sementara total korban tewas di 24 provinsi mencapai sedikitnya 201 jiwa.
Sebagai balasan, negara Iran melancarkan serangan ke Israel serta aset-aset Amerika Serikat di berbagai negara Timur Tengah, termasuk negara Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bihrain, Yordania, Arab Saudi, dan juga Irak.
Di tengah eskalasi tersebut, sejumlah negara di kawasan menutup wilayah udara mereka.
Kantor berita Iran, IRNA, melaporkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan operasi pembalasan akan menargetkan sasaran militer dan keamanan AS serta rezim Zionis Israel secara luas dengan rudal yang lebih canggih daripada yang digunakan dalam Operasi True Promise 3.
Iran bersumpah memberikan serangan yang lebih tepat dan menghancurkan.

