Putra Shah Iran, Reza Pahlavi Buka Suara Setelah Pemimpin Tertinggi Khamenei Meninggal Dunia

Putra Shah Iran, Reza Pahlavi Buka Suara Setelah Pemimpin Tertinggi Khamenei Meninggal Dunia

Putra Shah Iran, Reza Pahlavi buka suara setelah pemimpin tertinggi Khamenei meninggal dunia

Putra Shah Iran, Reza Pahlavi menanggapi kabar yang menyebut Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei wafat dalam serangan AS dan Israel di Teheran pada Sabtu 28 Februari 2026.

Melalui akun X, Pahlavi menilai sistem Republik Islam di Iran sudah berakhir.

Ia juga menyebut, “Dengan kematiannya, Republik Islam secara efektif telah berakhir dan segera dibuang ke tempat sampah sejarah.”

Pahlavi juga meminta agar tidak ada upaya menunjuk pengganti Khamenei serta mengingatkan aparat keamanan tidak mempertahankan pemerintahan yang dianggap runtuh.

“Kepala militer, aparat keamanan, dan kepolisian, segala upaya untuk menompang rezim yang runtuh akan berujung pada kekalahan.”

Ia juga mengajak masyarakat Iran bersiap menghadapi perubahan besar dan menyerukan persatuan nasional.

“Waktunya untuk kehadiran besar dan menentukan di jalanan sudah sangat dekat,” katanya.

Selanjutnya, Pahlavi juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas serangan tersebut.

Ia juga mengaku siap memimpin masa transisi Iran, namun menegaskan perannya hanya sementara dan tidak berniat mengembalikan monarki absolut seperti masa ayahnya, Mohammad Reza Pahlavi, yang digulingkan setelah Revolusi Iran 1979.

Ia juga mengatakan bahwa sejumlah warga Iran memintanya memimpin masa transisi politik.

Reza Pahlavi menyebut proses transisi di Iran akan ditempuh melalui penyusunan konstitusi baru yang disahkan lewat referendum, kemudian dilanjutkan dengan pemilu bebas yang diawasi internasional.

Baca juga: Menteri UMKM tuding barang impor ilegal China, jadi penghambat UMKM lokal