Italia Menciptakan Tanaman yang bisa Memakan Plastik

Italia Menciptakan Tanaman yang bisa Memakan Plastik

Italia menciptakan tanaman yang bisa memakan plastik.

Seorang ahli botani Italia telah merekaraya pabrik yang berperilaku seperti menyedot debu alami untuk air yang tercemar.

Ini bukan hanya filter, ia menyerap mikroplastik dan logam berat melalui akarnya, mengunci mereka di dalam jaringan tanaman dan memurnikan sungai saat tumbuh.

Tanaman, yang disebut Pistia Magnifica, adalah versi selada air yang ditinggalkan secara genetis.

Akarnya kaya akan lignin-dimodifikasi yang mengikat partikel sintetis seperti polietilena dan polistiren, dua mikroplastik yang paling umum.

Saat air sungai mengalir melewati, ia menjebak partikel-partikel ini dan menarik mereka ke dalam sistem pembuluh darah.

Uji laboratorium menunjukkan satu meter persegi Pistia Magnifica dapat menghilangkan hingga 92 persen mikroplastik dari 100 liter air sungai dalam waktu kurang lebih satu jam.

Sisa yang diserap tetap berada di dalam struktur pabrik.

Dimana nantinya dapat dipanen dan dibakar dengan aman, mengubah pencemaran menjadi energi panas yang dapat digunakan.

Selanjutnya, tidak seperti sistem pembersihan konvensional, solusi hijau ini tidak memerlukan mesin, tidak ada listrik, dan tidak ada infrastruktur.

Ia melayang dipermukaan, tumbuh dengan cepat, dan berlipat ganda secara alami.

Pemerintah kota Italia sekarang menggunakannya di kanal, danau dan parit irigasi terutama di dekat zona industri di mana limpasan plastik tertinggi.

Berikutnya, kelompok lingkungan menyebutnya “kru pembersihan hidup”.

Yang dapat membantu memulihkan keragaman hayati ke saluran air yang tersedak plastik di seluruh dunia.

Italia telah menemukan cara untuk mengubah air paling kotor di dunia menjadi aliran air yang bisa diminum, tidak menggunakan apa pun selain sinar matahari dan daun.

Baca juga: Calon Dubes AS Pilihan Prabowo, Indroyono Soesilo