Jembatan ambruk di Pangandaran, ini respons Dedi Mulyadi
Viralnya video jembatan gantung yang ambruk di Pangandaran mendapat perhatian serius dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Infrastruktur yang berada di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, tersebut mengalami kerusakan tidak lama setelah acara peresmian berlangsung pada Minggu 30 Agustus 2026.
Kejadian itu terjadi ketika jembatan sedang dipadati warga dan sejumlah pejabat daerah.
Struktur jembatan tiba-tiba turun setelah bagian pengikat mengalami masalah.
Kejadian tersebut membuat suasana peresmian berubah menjadi kepanikan.
Video mengenai insiden tersebut kemudian beredar luas di media sosial. Kondisi jembatan yang baru saja diresmikan menjadi sorotan karena ambruk ketika digunakan dalam acara tersebut.
Menanggapi kejadian itu, Dedi Mulyadi menyatakan Pemprov Jawa Barat akan mengambil alih pembangunan jembatan di kawasan Margacinta.
Jembatan pengganti nantinya akan dibuat permanen dengan konstruksi yang dinilai lebih kuat.
Dedi mengatakan pembangunan jembatan permanen tersebut direncanakan pada 2027.
Fasilitas baru itu diharapkan tidak hanya menjadi akses penghubung bagi warga, tetapi juga membantu aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.
Jembatan permanen nantinya ditargetkan mampu dilalui kendaraan roda empat
. Akses tersebut juga dapat digunakan untuk membawa hasil pertanian, peternakan, perikanan, hingga berbagai hasil dari sektor kelautan.
Dedi menegaskan bahwa jembatan gantung yang ambruk bukan dibangun oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Namun, keterbatasan anggaran Pemerintah Kabupaten Pangandaran membuat Pemprov Jabar memutuskan untuk mengambil alih pembangunan jembatan baru.
Selain rencana pembangunan, Dedi turut memberikan pesan kepada masyarakat sekitar.
Ia meminta jembatan yang nantinya berdiri tidak digunakan untuk aktivitas yang membahayakan, termasuk balapan.

