John Herdman sebut, Mathew Baker layak ke Timnas senior
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengungkapkan bahwa keputusan memberikan kesempatan kepada Baker didasarkan pada penilaian yang dilakukan selama proses latihan dan waktu persiapan.
Bukan semata karena faktor usia atau potensi masa depan, melainkan karena kualitas yang ditunjukkan sudah memenuhi kebutuhan tim saat ini.
Sejak bergabung di lingkungan tim nasional, Baker dikenal sebagai pemain yang memiliki semangat belajar tinggi.
Pada usia 17 tahun 23 hari, Baker resmi menjadi pemain termuda yang pernah tampil untuk tim nasional Indonesia.
Dalam beberapa sesi latihan, ia juga mampu menunjukkan ketenangan ketika menghadapi tekanan.
Herdman melihat bahwa pemain muda harus mendapatkan kesempatan ketika memang layak menerima.“Makin cepat mereka mendapatkan pengalaman di tim nasional, makin besar peluang mereka untuk berkembang dan mencapai level profesional yang lebih tinggi,” kata Herdman.
Filosofi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun Timnas Indonesia yang kompetitif sekaligus memberikan ruang bagi regenerasi pemain.
Baker dinilai berhasil membuktikan bahwa dirinya mampu bersaing dengan pemain yang lebih berpengalaman.
Selain memiliki kemampuan bertahan yang baik, Baker juga dianggap cukup modern dalam gaya bermainnya.
Ia mampu membantu membangun serangan dari belakang dan memiliki keberanian untuk mengambil keputusan dalam situasi penting.
Karakter seperti ini menjadi salah satu aspek yang semakin dibutuhkan dalam sepak bola modern.
Kesempatan debut yang diterima Baker sekaligus menjadi bukti bahwa jalur menuju Timnas senior terbuka bagi siapa saja yang mampu menunjukkan kualitas terbaik.
Usia muda bukanlah hambatan jika kemampuan dan mentalitas yang dimiliki sudah siap untuk bersaing di level tertinggi.

