Kisah dari dokter bedah sampai menjadi astronot perempuan pertama
Chiaki Mukai adalah seorang dokter spesialis bedah kardiovaskular dari Jepang sampai menjadi astronot perempuan Asia pertama.
Ia tercatat sebagai perempuan Jepang pertama yang pergi keluar angkasa, warga negara Jepang pertama yang melakukan dua penerbangan luar angkasa, sekaligus perempuan Asia pertama yang mencapai ruang angkasa.
Penerbangan pertamanya dalam misi STS-65 dengan pesawat ulang-alik Columbia pada Juli 1994.
Penerbangan keduanya terjadi pada misi STS-95 di pesawat ulang-alik Discovery pada tahun 1998.
Secara total, Mukai telah menghabiskan 23 hari di luar angkasa, melakukan berbagai eksperimen biomedis penting selama misinya.
Ia lahir pada 6 Mei 1952 di Tatebayashi, Prefektur Gunma, Jepang. Mukai menempuh Pendidikan kedokteran di Keio University School pf Medicine, sebelum terpilih sebagai astronot candidate oleh NASDA di tahun 2985.
Setelah itu, Chiaki Mukai menjadi pelatih intensif di Jepang dan Amerika Serikat.
Selama karirnya, Mukai dikenal sebagai salah satu seseorang yang mengintegrasikan kedokteran dengan ilmu luar angkasa.
Memberikan pemahaman penting soal bagaimana tubuh manusia beradaptasi dalam kondisi ekstrem, terutama mikrogravitasi.
Ia juga mengahsilkan banyak penelitian tentang fisiologi ruang angkasa, termasuk perubahan pada jantung, otot, juga sistem tubuh lain saat berada di luar gravitasi Bumi.
Kontribusinya juga sangat berpengaruh dalam pengembangan medis penerbangan dan space medicine di Jepang.
Nama Chiaki Mukai masuk dalam Women in Space Hall of Fame, sebuah penghargaan internasional yang diberikan oleh internasional Women in Space Foundation kepada perempuan yang berkontribusi besar dalam eksplorasi luar angkasa.

