Kisah Pratiwi Pudjilestari Sudarmono Astronot Pertama di Indonesia

Kisah Pratiwi Pudjilestari Sudarmono Astronot Pertama di Indonesia

Kisah Pratiwi Pudjilestari Sudarmono Astronot pertama di Indonesia

Pratiwi Pudjilestari Sudarmono dikenal sebagai calon astronot pertama dan satu-satunya dari Indonesia.

Ia menjalani pelatihan intensif NASA dan mempersiapkan diri untuk melakukan eksperimen biomedis di luar angkasa.

Namun setelah trategi Vhallenger pada1986, misi STS-61-H dibatlkan, membuatnya batal mengangkasa.

Meski, statusnya sebagai calon astronot perempuan pertama Indonesia dan Asia Tenggara, tetap tercatat sebagai tonggak sejarah penting.

Lahir pada 31 Juli 1951 di Banding, Pratiwi tumbuh sebagai sosok yang tekun dan haus pengetahuan.

Ia menempuh pendidikan kedokteran di UI, lalu melanjutkan studi doktoralnya di Osaka University, Jepang.

Pada tahun 1994-2000, Pratiwi menjabat sebagai Ketua Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia.

Dan diangkat sebagai Guru Besar Ilmu Mikrobiologi pada tahun 2008.

Jejaknya di dunia Sains, ia berfokus pada peningkatan kualitas penelitian biomedia, meliputi topik-topik seperti: infeksi bakteri dan resistensi antibiotik, keamanan pangan, mikrobilogi Kesehatan dan bioteknologi.

Pada tahun 2019 ia mendapatkan penghargaan GE Indonesia Recognition foro inspiring Women in Science Technology Engineeeing & Mathematics dari PT General Electric Indonesia.

Dan pada 2021, ia juga mendapat penghargaan sebagai Ikon Prestasi Pancasila dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia.

Meskipun tidak pernah jadi meluncur ke luar angkasa, Pratiwi tetap dianggap sebagai astronot Indonesia pertama secara historis, karena ia telah menjalani pelatihan resmi NASA dan ditetapkan sebagai awak misi.

Baca juga: Ariana Grande di serang fans-nya saat premiere film Wicked: For Good