Nasional

Korupsi Dana BNPB Tak Hanya Rugikan Negara, Warga pun Terancam

Korupsi Dana BNPB tak hanya Rugikan Negara, Warga pun Terancam

Dugaan korupsi anggaran penanggulangan bencana di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memunculkan persoalan serius terkait perlindungan masyarakat.

Tak hanya berisiko menguras keuangan negara, penyimpangan anggaran tersebut dikhawatirkan menghambat pemenuhan kebutuhan dasar warga yang sedang menghadapi dampak bencana.

Kepala Pusat Studi Transparansi Publik dan Antikorupsi (Pustapako) Universitas Sebelas Maret (UNS), Khresna Bayu Sangka, menilai penyalahgunaan anggaran dalam pengadaan barang untuk penanganan bencana memiliki konsekuensi langsung bagi masyarakat.

Menurutnya, ketidaksesuaian dalam proses pengadaan dapat membuat bantuan maupun sarana penanganan darurat tidak tersedia sesuai kebutuhan.

Salah satu contoh yang disoroti adalah pengadaan peralatan pemadam kebakaran untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Apabila terjadi penyimpangan, pemerintah berisiko mendapatkan barang dengan harga yang tidak wajar atau mengalami keterlambatan penyediaan peralatan penting.

Kondisi tersebut dapat mempersulit upaya penanganan bencana, terutama ketika masyarakat membutuhkan pertolongan dalam waktu singkat.

Oleh sebab itu, penggunaan kewenangan dalam keadaan darurat harus diarahkan untuk melindungi kepentingan publik, bukan memberikan keuntungan bagi pihak tertentu.

Khresna juga menyoroti pendekatan pemberantasan korupsi yang selama ini cenderung berpusat pada besaran kerugian keuangan negara.

Padahal, masyarakat yang terdampak juga dapat mengalami kerugian lain yang tidak mudah dihitung dengan uang.

Penyimpangan anggaran kebencanaan, menurutnya, berpotensi mengganggu pemenuhan hak asasi manusia, hak sosial, serta hak masyarakat untuk mendapatkan lingkungan yang layak.

Aspek pemulihan bagi warga yang dirugikan karena itu perlu menjadi bagian penting dalam penanganan perkara korupsi.

Ia mendorong adanya mekanisme yang memungkinkan masyarakat terdampak memperoleh pemulihan secara layak.

Dukungan tersebut juga perlu mempertimbangkan kebutuhan jangka panjang, khususnya bagi warga yang kehidupannya terganggu akibat bencana.

Di sisi pencegahan, pemerintah dinilai perlu memperbaiki aturan dan memperketat pengawasan terhadap penggunaan dana kebencanaan.

Regulasi yang disusun harus mampu mengantisipasi celah penyalahgunaan sejak awal, bukan hanya menjadi respons setelah pelanggaran terjadi.

Baca juga: Tak hanya memulung, Koperasi ini ubah sampah jadi penghasilan
Penguin

Recent Posts

Artis Raffi Ahmad Diboikot, Amy Qanita Ungkap Kesedihannya

Artis Raffi Ahmad diboikot, Amy Qanita ungkap kesedihannya Ribuan kritik yang mengarah kepada Raffi Ahmad…

1 minggu ago

Modus Dua Suami di Surabaya Jual Istri, Tarif Tembus Rp1 Juta

Modus dua suami di Surabaya jual istri, tarif tembus Rp1 juga Dugaan praktik perdagangan orang…

1 minggu ago

Mitchell Baker Bersinar, Georgetown petik Kemenangan

Mitchell Baker Bersinar, Georgetown petik Kemenangan Nama Mitchell Baker kembali menjadi perhatian setelah striker Timnas…

1 minggu ago

6.097 Dapur MBG terancam Berhenti Operasi, Apa penyebabnya?

6.097 dapur MBG terancam berhenti operasi, apa penyebabnya? Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini menghadapi…

1 minggu ago

Vietnam Dapat Kepercayaan Gelar Piala AFF U-23 2027

Vietnam dapat kepercayaan gelar Piala AFF U-23 2027 Vietnam akan mencatat sejarah baru dalam perjalanan…

1 minggu ago

Tindak Pelaku pembakaran Karhutla, Polda tetapkan 33 tersangka

Tindak pelaku pembakaran Karhutla, Polda tetapkan 33 tersangka Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)…

1 minggu ago

This website uses cookies.