KSPI Peringkatkan Gelombang PHK Bisa Terjadi Tiga Bulan Kedepan, Akibat Konflik di Timur Tengah
Presiden KSPI, Said Iqbal, mengatakan bahwa sinyal bahaya ini bukan spekulasi semata.
Informasi diperoleh langsung dari serikat pekerja di berbagai perusahaan yang mulai diajak berdiskusi soal rencana pengurangan tenaga kerja.
“Tapi realitasnya, laporan dari anggota KSPI, bukan orang lain, serikat pekerja di perusahaan, terutama di sektor industri TPT, tekstil dan produk turunannya. Benang, kain, dan polyester dan sebagainya,” katanya, Selasa 5 Mei 2026.
Sektor tekstil dan produk tekstil (TPT) menjadi yang paling rentan. Industri ini menghadapi tekanan berlapis, mulai dari kenaikan biaya produksi hingga melemahnya permintaan pasar.
Tak hanya itu, industri plastik juga berada dalam situasi panik. Lonjakan harga bahan baku impor, ditambah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, membuat biaya produksi melonjak drastis.
“Harga plastik naik sampai 50 persen, sehingga konsumsi turun. Ini ancaman PHK di industri plastik,” tambahnya.
Kemudian dampak berpotensi meluas ke sektor lain seperti elektronik dan otomotif yang sangat bergantung pada komponen berbahan plastik.
“Begitu pula industri elektronik bisa kena. Mudah-mudahan perang bisa kembali damai, selesai sehingga bisa turun harga plastik. Tapi nggak semudah itu kata perusahaan-perusahaan, dalam 3 bulan kepada serikat pekerja,” katanya.
8 ASN selamat dari tembakan KKB Jayawijaya, ini cerita korban Tragedi menimpa rombongan Aparatur Sipil…
Abu Vulkanik Krakatau capai Jakarta, GMPK DKI bagi masker Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang…
3 ASN Jayawijaya tewas korban tembakan KKB, berikut profilnya Tugas pelayanan kepada masyarakat di Papua…
BGN hapus 1.653 sekolah dari penerima makan bergizi gratis Sebagian sekolah tidak lagi tercatat sebagai…
Rekaman video call diduga penembak 3 ASN Jayawijaya viral Kasus penembakan tiga ASN Dinas Pertanian…
Mahasiswa UIN Jakarta desak dugaan korupsi diusut tuntas Dugaan korupsi yang dikaitkan dengan pengelolaan UIN…
This website uses cookies.