Rupiah melemah drastis, tembus Rp17.400/US$ akibat tekanan global tinggi
Pada Selasa 5 Mei 2026, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali tertekan dan melemah 0,23% ke level Rp17.420/US$. Angka itu menjadi titik terlemah sepanjang sejarah sejak Indonesia merdeka.
Tak lama, pelemahan sedikit berkurang menjadi 0,16% dengan posisi Rp17.407/US$ pada pukul 09.10 WIB.
Tekanan terhadap rupiah sejalan dengan penguatan indeks dolar Amerika Serikat yang naik 0,15% ke level 98,52.
Di sisi lain, harga minyak mentah dunia masih bertahan tinggi, berada di atas US$110 per barel, menambah beban bagi mata uang negara berkembang.
Lanjut di kawasan Asia, mayoritas mata uang juga mengalami pelemahan. Baht Thailand tercatat sebagai mata uang dengan penurunan terdalam, diikuti oleh peso Filipina, ringgit Malaysia, yuan offshore, serta dolar Taiwan dan Hong Kong.
Dari sisi fundamental, tekanan inflasi mulai terasa di berbagai negara.
Inflasi di Filipina tercatat melaonjak hingga 7,2%, Vietnam 5,46%, sementara Indonesia masih relatif rendah di 2,4%, di bawah perkiraan ekonom sebesar 2,7%.
Pelaku pasar menilai inflasi rendah di Indonesia dipengaruhi oleh kebijakan penahanan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan harga Pertamax.
Ekonom Bloomberg Economics, Tamara Mas Henderson, menilai kondisi inflasi yang rendah ini tidak akan berlangsung lama.
Menurutnya, faktor penahanan inflasi bersifat sementara dan mulai memudah.
Ceramah Habib Alwi Assegaf diprotes, inilah sindiran Sekjen MUI Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah…
700 BUMN Merugi di era Prabowo, Penutupan ditargetkan 2026 Presiden Prabowo Subianto berencana penutupan jumlah…
Andre Taulany dan Amanda Rigby romantis saat Liburan di Italia Andre Taulany kembali ramai setelah…
Dedi Mulyadi srukan Resolusi Jihad anggaran di Hari Santri 2026 Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi…
Puan minta balita jadi prioritas penanganan bencana Karhutla Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah…
Yusril sebut, korupsi bikin pejabat BUMN takut ambil risiko Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi…
This website uses cookies.