Lucy Guo tercatat sebagai wanita miliarder termuda Forbes 2025
Kekayaan yang diperkirakan mencapai US$1,3 miliar atau sekitar Rp 21,8 triliun, sebagian besar berasal dari kepemilikan sahamnya di Scale Al perusahaan yang ia dirikan.
Scale AI, sebuah perusahaan yang menyediakan layanan pelabelan data untuk pelatihan system AI yang digunakan oleh Tesla, OpenAI, Sruise hingga instansi pemerintah.
Scale AI sekarang memiliki valuasi US$ 13,8 miliar setara dengan Rp 218 triliun.
Pada 2018, ia keluar dari Scale AI dan memiliki saham sekitar 5% di Scale AI yang ditaksir bernilai hampir Rp 20 triliun.
Lucy bukan berasal dari keluarga kaya. Ia lahir pada 14 Oktober 1994 di Fremont, California, dari keluarga imigram Tiongkok.
Ketertarikannya pada dunia teknologi muncul sejak kecil, ia belajar pemrograman secara otodidak sejak kelas dua SD.
Lucy sempat menempuh pendidikan di Carnegie Mellon University, jurusan Computer Science dan Human-Computer Interaction.
Namun, memutuskan keluar setelah menerima Thiel Fellowship senilai US$100.000 pada 2014, sebuah keputusan yang membuka jalur karier wirausahanya.
Setelah keluar dari Scale AI pada 2018, Lucy mendirikan Backend Capital, perusahaan yang bergerak di bidang modal bentura dan berfokus pada pendanaan startup tahan awal.
Pada 2022, ia kembali membangun perusahaan baru bersama Passes, platform monetisasi berbasis AI untuk para kreator konten.
Passes berhasil mengumpulkan pendanaan sekitar US$40-50 juta, dengan valuasi sekarang mencapai US$150 juta.

