Marawi Diserang ISIS, Ada 17 WNI di Sana, 10 Diantaranya Tengah Berdakwah
Situasi di kota Marawi, Filipina selatan, masih mencekam menyusul baku tembak antara ISIS dan tentara. Diperkirakan ada warga negara Indonesia yang berada di kota tersebut.
Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal mengatakan ada sedikitnya 17 warga negara Indonesia di Marawi.
“Diketahui bahwa seluruhnya dalam kondisi aman karena mereka tinggal di sekitar markas kepolisian Marawi, jauh dari pusat pertempuran,” ujar Iqbal dalam pesan singkat Kamis (25/5).
Kota Marawi menegangkan setelah baku tembak terjadi pada Selasa lalu antara kelompok Maute yang berafiliasi dengan ISIS dan tentara Filipina. Tiga orang tewas dalam peristiwa itu, semuanya aparat keamanan.
Usai baku tembak itu, Presiden Rodrigo Duterte menetapkan darurat militer di Mindanao, wilayah Filipina selatan. Saat ini, ISIS dilaporkan masih menguasai beberapa ruas jalan di Marawi.
Dalam lembaran dokumen yang diperoleh jurnalis kumparan dari warga Indonesia di Davao, sekitar 10 WNI di Marawi adalah anggota perkumpulan Jemaah Tabligh yang tengah berdakwah. Kop surat dalam lembaran itu tertulis Masjid Jami Kebon Jeruk.
Pihak Masjid Jami Kebon Jeruk yang dihubungi kumparan mengatakan akan mengecek data nama-nama WNI tersebut. Pasalnya banyak anggota Jemaah Tabligh yang saat ini sedang dikirim ke luar negeri.
Menurut seorang staf Masjid Kebon Jeruk, Marawi yang terletak di Mindanao memang salah satu daerah tujuan dakwah Jemaah Tabligh.
“Marawi itu adalah tempat pertemuan. Saya pernah ke Marawi dan Mindanao pada 1999,” kata Yamin, seorang petinggi Masjid Kebon Jeruk.
Baca juga : Rodrigo Duterte Tetapkan Status Darurat Militer Untuk Lawan ISIS
Sumber berita Marawi Diserang ISIS, Ada 17 WNI di Sana, 10 Diantaranya Tengah Berdakwah : kumparan
Rebecca effort ke Belgia demi beri kejutan spesial ultah Jennifer Di tengah momen perayaan di…
Eks Dirut KBS resmi jadi tersangka kasus korupsi pakan fiktif Kejaksaan Tinggi (Kejari) Jawa Timur…
Puan ketuk palu, RUU Surga Investasi PFII resmi sebagai UU DPR RI telah resmi menyepakati…
Gerindra nilai Hotman tak etis seret Prabowo ke ranah hukum Partai Gerindra menegaskan Presiden RI…
Nanik S mundur dari kepala BGN, demi pemulihan kesehatannya Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik…
Yudi Purnomo bongkar kecurigaan soal fasilitas khusus Hotman Mantan penyidik KPK, Yudi Purnomo Harahap, meminta…
This website uses cookies.