Mary Barra CEO perempuan pertama di industri otomotif global
Mary Barra adalah pemimpin General Motors Company dan menjadi CEO perempuan pertama di dalam sejarah industri otomotif global.
Ia lahir pada 24 Desember 1961, ayahnya bekerja sebagai teknisi di pabrik Pontiac lingkungan yang sejak awal memperkenalkannya pada dunia mesin.
Sejak remaja, Mary bekerja sambilan di General Motors (GM) untuk membiayai pendidikannya, mulai dari menginspeksi panel fender hingga mengontrol kualitas produksi di pabrik.
Ia mendapatkan beasiswa dari GM untuk menempuh pendidikan Teknik Elektro General Motors Institute.
Mary kemudian melanjutkan kuliah di MBA di Stanford University Graduate School of Business.
Saat pertama kali menjabat, GM baru saja melewati krisis recall besar akibat cacat kontak pengapian.
Mary mengambil langkah tegas dan transparan, memperbaiki sistem keselamatan, membuka budaya perusahaan yang lebih akuntabel, dan menghadapi publik dengan penuh tanggung jawab.
Beberapa langkah strategisnya antara lain, mengakuisisi Cruise Automation untuk mempercepat pengembangan mobil otonom, meluncurkan kendaraan listrik seperti Chevrolet Bolt, mentransformasi GM menjadi perusahaan yang lebih digital.
Dan mengarahkan investasi miliar dolar untuk teknologi kendaraan listrik dan baterai masa depan.
Mary Barra diakui sebagai salah satu tokoh bisnis paling berpengaruh di dunia.
Ia menerima berbagai penghargaan bergengsi, masuk daftar ‘Most Powerful Women’ versi Forbes dan Fortune selama bertahun-tahun.
Kabar bahagia, Jennifer Coppen sah jadi istri Justin Hubner di Bali Akhirnya kabar bahagia dari…
Ramai Jokowi dikabarkan bakal jadi Ketua Dewan Pembina PSI Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace…
Pesawat Angkut Militer India terbakar usai jatuh, 5 personel tewas Pesawat angkut logistik jenis AN-32…
Publik penasaran, ini alasan Kenny Austin tutupi wajah sang anak Setelah melahirkan putra pertama mereka,…
Nanik ungkap rencana coret anak orang kaya dari program MBG Badan Gizi Nasional (BGN) lagi…
Menteri Pemadaman listrik bukan akibat batu bara langka, kata Bahlil Menteri Energi dan Sumber Daya…
This website uses cookies.