Menteri Keuangan sebut tidak akan potong anggaran MBG, Purbaya: Kecuali yang tidak produktif
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tidak akan memangkas anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG), kecuali pada pos belanja yang dinilai tidak produktif.
Hal itu disampaikan langsung di tengah kekhawatiran terhadap ketahanan fiskal akibat lonjakan harga minyak dunia yang dipicu eskalasi konflik di Timur Tengah, khusunya antara AS, Israel dan Iran.
“MBG tidak akan dipotong, kecuali yang tidak produktif,” katanya, Senin 9 Maret 2026.
Menurutnya, pemerintah memprioritaskan penggunaan anggaran MBG untuk penyediaan makanan bagi penerima manfaat.
Sementara itu, pengeluaran yang tidak berkaitan langsung dengan penyediaan makanan akan dievaluasi.
Ia juga mencontohkan belanja seperti pengadaan kendaraan atau perangkat tambahan yang tidak berhubungan langsung dengan distribusi makanan dapat dicoret dari anggaran.
“Kalau dia mengakukan beli motor lagi, coret. Beli komputer lagi, coret. Yang tidak perlu dan tidak berhubungan dengan makanan,” katanya.
Mantan ketua Lembaga Penjamin Simpanan itu juga menyatakan pemerintah akan memantau dampak pergerakan harga minyak terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam satu bulan ke depan.
Meskipun itu, ia memastikan program MBG tetap dijalankan secara efektif dan efisien tanpa mengurangi manfaat utama bagi masyarakat.
Berdasarkan data pemerintah, sampai akhir Januari 2026 realisasi anggaran MBG telah mencapai Rp36,6 triliun atau sekitar 10,9% dari total pagu Rp335 triliun.

