Pabrik Skincare di Bekasi bikin Masker Pakai Tepung Tapioka

Pabrik Skincare di Bekasi Bikin Masker Pake Tepung Tapioka

Pabrik skincare di Bekasi bikin masker pakai tepung tapioka.

Polres Bekasi telah berhasil membongkar pabrik curang ini di wilayah Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Saat itu para pelaku ternyata hanya mengandalkan bahan sederhana seperti tapung tapioka dari hasil tutorial YouTube untuk membuat Skincare ilegal.

Tindakan palsu ini tentu saja akan membahayakan konsumen.

Dalam pembuatan praktik ilegal ini ada delapan orang sebagai tersangka.

Mereka adalah SP yang diduga sebagai pemilik usaha.

Serta ES, SI, IG, S, S, AS, UH, dan RP mereka yang berperan sebagai karyawan dalam kegiatan produksi skincare ilegal itu.

Mereka ditahan di Rutan Polres Metro Bekasi dan dijerat dengan Pasal 435 dan/atau Pasal 436 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang kesehatan.

Mereka juga di jerat Pasal 100 ayat (2) Undang-undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis.

Tak di sangka-sangka pabrik skincare ilegal ini mampu meraup omzet miliaran sejak beroperasi 2023 lalu.

“Berdasarkan hasil penyelidikan, diketahui bahwa usaha ilegal ini telah berjalan selama kurang lebih dua tahun, sejak 2023,” ungkap Kombes Mustofa.

“Omzet dari usaha ilegal ini diperkirakan mencapai Rp 1,2 miliar atau sekitar Rp 50 juta per bulan,” lanjutan kombes Mustofa.

Lihat juga: Kejagung Siap-Siap Menangkap Koruptor Besar

Selanjutnya keterangan para tersangka, mereka membeli e-commerce.

Mereka lalu memalsukan produk skincare tanpa seizin pemilik, lalu meracih dan menjualnya secara online.

“Memproduksi skincare merek palsu dengan cara membeli bahan baku skincare, serta kemasan botol dan label merek melalui toko online tanpa izin dari pemilik merek,” ungkapnya.

“Kemudian, melakukan produksi atau memasukan bahan-bahan tersebut ke dalam kemasan botol di bantu lalu menjual barang tersebut melalui online,” sambungnya.

Kacaunya lagi, seorang polisi menemukan tepung tapioka yang digunakan sebagai salah satu bahan untuk membuat skincare ilegal tersebut.

“Ada tepung tapioka dan bahan tidak jelas lainnya. Tepung (digunakan) buat memalsukan produk skincare-nya,” ucapnya.

Akibatnya, banyak korban yang komplain wajahnya panas hingga beruntusan setelah memakai produk palsu tersebut.

Lebih parah lagi, mereka sama sekali tidak memiliki latar belakang pendidikan di bidang farmasi atau keahlian khusus, untuk merawat kulit secara benar dan aman.