Penembakan Massal di Texas, Diduga Motif Pelaku Balas Dendam Meninggalnya Ali Khamenei
Kejadian penembakan massal terjadi di sebuah bar di Austin, Texas, Senin 2 Maret 2026, menewaskan 14 orang lainnya. Saat ratusan orang pengunjung sedang meninggalkan hiburan malam populer.
Kepala Layanan Medis Darurat Kabupaten Travis menyebutkan, 14 korban saat ini sedang dirawat di rumah sakit, dengan tiga orang dalam kondisi kritis.
Pelaku, Ndiaga Diagne usia 53 tahun, dinyatakan meninggal di lokasi. Diduga pelaku memiliki riwayat gangguan mental.
Namun, ada juga yang menduga kuat motif balas dendam atas serangan AS-Israel ke Iran sampai menewaskan Pemimpin Agung Ali Khamenei, pada Minggu 1 Maret 2026.
Otoritas menduga pelaku yang merupakan eks warga New York City ditemukan menggunakan hoodie bertuliskan “Property of Allah”, kaos bermotif bendera dan simbol Republik Islam Iran, juga membawa Al-Quran di mobilnya.
Diagne diketahui tiba di AS pertama kali dengan visa turis B-2 selama pemerintahan Demokrat Clinton Maret 2000.
Kemudian menjadi penduduk tetap sah (IR-6) setelah menikahi warga negara AS pada Juni 2006.
Ia kemudian dinaturalisasi menjadi warga negara AS pada 5 April 2013, sekitar awal masa jabatan kedua mantan Presiden Boarack Obama, meskipun catatan kriminalnya terus bertambah di New York dan Texas.
Kepala Polisi Austin Lisa Davis menjelaskan, Diagne terlihat beberapa kali berputar di sekitar blok sebelum berhenti di depan bar dan menyerang pengunjung, termasuk yang berada di teras dan di jalan.
PAN nilai Prabowo pantas pimpin Indonesia hingga periode ke 2 Wakil Ketua Umum Partai Amanat…
Pria Surabaya dipenjara 4 bulan usai cari uang Rp5.000 di motor Pengadilan Negeri (PN) Surabaya…
RS Jabar wajib rawat korban begal, Dedi Mulyadi angkat bicara Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi…
Sherly Tjoanda tulis pesan rindu, di hari ulang tahun Benny Laos Sherly Tjoanda membagikan pesan…
Rudy Tanoe minta KPK atur waktu pemeriksaan, dugaan bansos Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo atau yang dikenal…
Tasyi Athasyia bawa kasus hilangnya 12 barang mewah ke Polisi Tasyi Athasyia kembali mengalami mengalami…
This website uses cookies.