Harga minyak global naik setelah tiga kapal diserang di dekat Selat Hormuz, sementara Iran terus melancarkan serangan di seluruh Timur Tengah sebagai respons terhadap serangan yang terus berlanjut dari Amerika Serikat dan Israel.
Pusat Operasi melaporkan dua kapal telah terkena serangan, dan sebuah “proyektil sebagai respons” dilaporkan “meledak dalam jarang yang sangat dekat” dengan kapal ketiga.
Negara iran memperingatkan kapal-kapal untuk tidak melewati selat tersebut, yang mengangkut sekitar 20% minyak dan gas dunia.
Perdagangan maritim internasional hampir terhenti di pintu masuk selat.
Diprediksi konflik yang berkepanjangan dapat mendorong harga energi naik yang lebih tinggi.
Pada perdagangan awal di Asia, harga minyak global melonjak lebih dari 10% sebelum kenaikan tersebut mereda selama pagi hari, Senin 2 Maret 2026.
Kemudian, terhitung pukul 13:20 WIB, harga indeks Brent naik 7,78% menjadi USD 78,5 (Rp1,32 juta) per barel, kemudian WTI Crude dari AS juga melonjak 7,37%.
Kemudian dari wilayah Timur Tengah terkhusus Uni Emirat Arab, Murban Crude juga ikut melonjak capai 9,43% atau senilai USD1,2 (Rp1,36 juta) per barel.
Masalah besar dari penutupan di Selat Hormuz adalah sulitnya mencari jalur pengganti Selat Hormuz.
Meskipun jaringan pipa di Arab Saudi dan uni Emirat Arab bisa mengalihkan sebagian pasokan minyak tanpa melewati selat tersebut.
Namun kapasitas tambahan yang bisa dialihkan melewati kawasan itu pun terbatas.
Malaysia hubungi Prabowo soal Karhutla, ini kata Menko Polkam Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan…
Cristiano Ronaldo terancam skorsing usai keluar timnas Portugal Cristiano Ronaldo terancam menghadapi hukuman disiplin setelah…
Anak panti asuhan tetap akan dapat MBG, ini kata Kepala BGN Kepala Badan Gizi Nasional…
Yosika Ayumi bongkar kehidupan di rumah Soimah usai menikah Selebgram Yosika Ayumi membagikan cerita tentang…
Asap Karhutla meluas ke Malaysia, Anwar Ibrahim kontak Prabowo Kabut asap akibat kebakaran hutan dan…
Nama Betrand Peto viral usia video dugem viral, ini katanya Beredarnya video lama yang menyeret…
This website uses cookies.