Pesan KDM buat Danny Setiawan, orang yang pernah Pimpin Jabar
Kepergian Danny Setiawan meninggalkan duka bagi lingkungan pemerintahan Jawa Barat.
Mantan Gubernur Jawa Barat tersebut meninggal dunia pada Sabtu, 19 September 2026, dan kabar wafatnya disampaikan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi melalui media sosial.
Dedi Mulyadi menyampaikan penghormatan sekaligus doa untuk Danny Setiawan.
Ia berharap almarhum memperoleh ampunan atas segala kesalahan dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Dalam pernyataannya, Dedi mengenang perjalanan pengabdian Danny yang cukup panjang.
Menurutnya, Danny telah memberikan sumbangsih bagi Jawa Barat ketika menjalankan tugas sebagai Sekretaris Daerah maupun saat dipercaya menduduki kursi gubernur.
Dedi menyebut Danny sebagai sosok yang banyak melakukan kebaikan selama masa pengabdiannya.
Ia juga mendoakan keluarga almarhum agar diberikan kekuatan dalam menghadapi kehilangan tersebut.
Danny Setiawan merupakan Gubernur Jawa Barat yang memimpin pada 2003 hingga 2008.
Saat menjalankan pemerintahan, ia didampingi Nu’man Abdul Hakim sebagai Wakil Gubernur.
Sebelum mencapai jabatan tertinggi di pemerintahan provinsi, Danny meniti karier dari bawah.
Ia mengawali perjalanan birokrasi sebagai Camat Cimarga, Kabupaten Lebak, pada 1968.
Kariernya kemudian berlanjut melalui berbagai jabatan pemerintahan. Danny pernah bertugas sebagai Wakil KPS Ransiki di Manokwari dan kemudian dipercaya menjadi Sekretaris Wilayah Daerah Kabupaten Lebak pada 1977-1984.
Pengabdiannya berlanjut di Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sejumlah jabatan pernah diembannya, termasuk Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda, Kepala Biro Pembangunan Daerah, serta Kepala Dinas Pendapatan Daerah Jawa Barat.
Pada 1998, Danny dipercaya menjadi Sekretaris Daerah Jawa Barat. Lima tahun kemudian, ia dilantik menjadi gubernur untuk periode 2003-2008.
Sebagai penghormatan terakhir, Dedi Mulyadi datang langsung ke rumah duka.
Ia turut mengangkat keranda jenazah Danny sebelum almarhum dibawa menuju Gedung Sate untuk mendapatkan penghormatan terakhir dan kemudian diberangkatkan ke Purwakarta untuk dimakamkan.

