Polisi Temuan 4 Cartridge Vape Etomidate di Apartemen Jule

Polisi Temuan 4 Cartridge Vape Etomidate di Apartemen Jule

Polisi temukan 4 Cartridge vape etomidate di apartemen Jule

Penggeledahan apartemen Julia Prastini alias Jule di Cilandak, Jakarta Selatan, kembali mengungkap fakta dalam kasus vape yang mengandung etomidate.

Polisi menemukan empat cartridge vape dari unit tempat tinggal selebgram tersebut.

Dari barang yang diamankan, tiga cartridge sudah dalam keadaan kosong. Satu cartridge lainnya masih berisi cairan yang disebut mengandung etomidate.

Kasat Resnarkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta AKP Michael Kharisma Tandayu mengatakan temuan tersebut didapat setelah polisi melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap Jule.

Sebelumnya, Jule diamankan pada Senin, 14 September 2026, setelah menerima paket di apartemennya.

Paket tersebut menjadi perhatian penyidik karena di dalamnya ditemukan sebuah cartridge vape yang diduga mengandung etomidate.

Polisi kemudian melakukan pemeriksaan lebih lanjut di apartemen dan menemukan empat cartridge lainnya.

Jule selanjutnya dibawa ke Polresta Bandara Soekarno-Hatta untuk menjalani pemeriksaan. Tes urine yang dilakukan polisi menunjukkan hasil positif mengonsumsi etomidate.

Dalam pemeriksaan, Jule disebut mengaku baru menggunakan vape tersebut selama sekitar dua hingga tiga minggu.

Ia juga menyampaikan alasan penggunaan yang berkaitan dengan persoalan pribadi dan rasa stres.

Kasus ini sebelumnya berkembang dari penangkapan RR dan RN di sebuah apartemen kawasan Kembangan, Jakarta Barat.

Dari lokasi tersebut, polisi menyita 27 cartridge vape yang diduga mengandung etomidate.

Penyelidikan kemudian mengarah kepada XC, seorang warga negara China. Polisi menangkap XC di sebuah hotel di Jakarta Barat dan menemukan 71 cartridge yang diduga mengandung zat serupa.

Dalam perkara tersebut, RR, RN, dan XC ditetapkan sebagai tersangka. Sementara Jule tidak berstatus tersangka dan disebut sebagai pengguna.

Polisi menyatakan penanganan terhadap Jule dilakukan melalui asesmen untuk menentukan proses rehabilitasi.

Jaringan tersebut diduga telah memasarkan vape berisi etomidate sejak Juli 2026 melalui hubungan pertemanan.

Hingga 19 September 2026, penyidikan masih berjalan untuk mengungkap lebih jauh jaringan peredaran vape tersebut.

Baca juga: Apa bahaya Etomidate dalam vape? Ini kaitannya sama kasus Jule