Ramai kas Masjid bakal dikelola oleh pemerintah, begini balasan Kemenag
Kementerian Agama (Kemenag) memberikan klarifikasi tegas soal masalah yang viral di media sosial soal rencana pemerintah mengambil alih pengelolaan dana kas masjid.
Kemenag memastikan bahwa kebar tersebut itu hoaks yang sengaja disebarkan untuk membuat kegaduhan.
Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kemenag, Thobib Al Asyhar, menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah memiliki rencana ataupun kebijakan untuk membentuk rekening kas masjid yang dikelola oleh negara.
Isu itu mulai viral setelah munculnya meme dan video yang mencatut foto Menteri Agama, Nasaruddin Umar, dengan narasi bahwa kas masjid akan dikelola oleh pemerintah.
Thobib memastikan bahwa Menag tidak pernah memberikan pernyataan seperti yang digambarkan dalam konten tersebut.
“Informasi tersebut sengaja dibuat untuk menimbulkan kegaduhan. Menag tidak pernah berbicara soal Rekening Kas Masjid,” katanya.
Kemenag menegaskan bahwa kewenangan pengelolaan kas masjid sepenuhnya tetap berada di tengah Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) atau takmir masjid.
Prinsip kemandian dan kepercayaan jemaah menjadi landasan utama dalam pengelolaan dana umat tersebut.
Kemenag justru mendorong pengurus masjid di seluruh Indonesia untuk semakin profesional dalam manajemen organisasi serta menjungjung tinggi transparansi dalam penyampaian laporan keuangan kepada jemaah.
Tak hanya itu, aspek akuntabilitas menjadi poin utama yang ditekankan guna memastikan penyaluran dana benar-benar memberikan kemaslahatan bagi umat secara luas.

