Riuh Kicau Marco Wijaya Tentang Pemindahan Ibu Kota dan Kata Monyet

Riuh Kicau Marco Wijaya Tentang Pemindahan Ibu Kota dan Kata Monyet

Riuh Kicau Marco Wijaya Tentang Pemindahan Ibu Kota dan Kata Monyet

PEMINDAHAN IBUKOTA KE KALIMANTANTweet saya di bawah menyebabkan sebagian orang tersinggung. Di sebelahnya tweet minta…

Publi√©e par Marco Kusumawijaya sur Jeudi 6 juillet 2017

Pengamat perkotaan Marco Kusumawijaya menuliskan permintaan maaf atas kicauannya di twitter. Kata maaf itu terkait kicauan Marco di-twitter beberapa hari sebelumnya.

Marco lewat akun @mkusumawijaya mengutarakan pendapat tentang pemindahan ibu kota ke Kalimantan.

“Kira2 korupsi meningkat kah kalau kantor-kantor pemerintah pindah k kalimantan? Apkh media akan buka kantor di sana? Atay biar monyet2 yg jd saksi,” kicau Marco pada 6 Juli lalu.

Kicauan Marco ini yang berbuntut panjang. Bahkan hingga Sabtu (8/7) tweet Marco masih dipersoalkan. Permintaan maaf Marco yang panjang lebar masih belum diterima.

Misalnya saja dari akun @pakatdayak, yang di bio twitternya menulis mewartakan suara masyarakat dayak ini sebenarnya sudah dimention Marco. Tetapi sepertinya maaf itu belum diterima.

Selain @PakatDayak ada juga @fadjroel atau Fadjroel Rachman yang juga Preskom PT Adhi Karya. Di twitternya bahkan Fadjroel menyampaikan kemungkinan membawa persoalan ini ke ranah hukum.

Kicauan Marco ini mungkin bisa berlanjut terus atau bisa juga selesai dengan damai. Semoga saja hasil yang dicapai bisa memuaskan semua pihak.

 

Sumber Berita Riuh Kicau Marco Wijaya Tentang Pemindahan Ibu Kota dan Kata Monyet : kumparan.com