Nasional

Tolak Uang Duka, Istri Terduga Teroris Jefri Ingin Densus 88 Dibubarkan

Tolak Uang Duka, Istri Terduga Teroris Jefri Ingin Densus 88 Dibubarkan

Ardilla Sholihatun Nisa (18) mengenang kembali momen terakhirnya bertemu Muhammad Jefri (31). Mereka bertemu di RS Bhayangkara Jakarta Timur dalam suasana duka.

Ardilla syok. Seolah, Jefri, yang dia lihat saat itu, masih tertidur. Nyatanya, Jefri sudah tak bernyawa dan dibungkus kain kafan. Jefri pergi meninggalkannya dan seorang anak laki-laki yang masih berusia sepuluh bulan.

“Di situ pun saya baru diberitahu bahwa suami saya telah wafat. Perasaan kaget, syok, enggak percaya, lemas menjadi satu, membuat pikiran saya kacau, saya tidak dapat berpikir jernih,” ujar Ardilla kepada kumparan saat dihubungi melalui aplikasi WhatsApp, Sabtu (17/2).

Padahal dua hari sebelumnya, Jefri ditangkap hidup-hidup oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri di Indramayu, Jawa Barat, Rabu (7/2). Penangkapan Jefri diduga lantaran pria yang berprofesi sebagai pedagang itu, menjadi bagian dari kelompok binaan Ali Hamka, seorang narapidana teroris yang kini mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang. Jefri juga diduga menjadi bagian dari Jamaah Ansharut Tauhid (JAT).

Polri sebut Jefri teroris yang ditangkap di Indramayu tewas kena serangan jantung

Ardilla mengakui, setelah Jefri tewas dan dimakamkan di Lampung, polisi sempat mendatangi rumahnya. Saat itu, polisi memberikan uang duka cita kepada Ardilla.

“Mereka memang memberi uang, tapi itu sudah saya tolak beberapa kali. Tidak bisa suami saya diganti dengan uang,” tuturnya.

Saat Ardilla dan keluarga dibawa ke RS untuk menemui Jefri, Ardilla menuturkan, polisi sempat menanyakan riwayat penyakit Jefri. Ardilla tahu betul suaminya tidak memiliki riwayat penyakit apapun. Maka, dia meyakini kematian Jefri sangat janggal.

“Mereka tanya apa suami saya sakit liver/jantung/paru-paru/punya penyakit lainnya. Saya bilang, enggak pernah dia punya penyakit seperti itu. Gejala-gejalanya pun enggak pernah saya lihat pada dirinya,” ujar Ardilla.

Saking kecewanya dengan polisi, Ardilla menginginkan agar Densus 88 segera dibubarkan. “Agar tidak terjadi lagi kasus semacam ini. Ini menyangkut nyawa seseorang,” tuturnya.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto sudah memberikan pernyataan terkait kematian Jefri saat konferensi pers di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (15/2). Dia menyebut, berdasarkan hasil autopsi, Jefri meninggal karena serangan jantung.

Setyo mengatakan, Jefri ditangkap Densus 88 pada Rabu (7/2) pukul 15.17 WIB di Indramayu, Jawa Barat. Jefri ditangkap karena diduga terlibat sejumlah aksi teror di Mapolres dan Mako Brimob Toli-Toli, Sulawesi Selatan.

 

 

Baca juga : Seorang Teroris di Banyumas juga Ditangkap Densus 88

 

 

Sumber berita Tolak Uang Duka, Istri Terduga Teroris Jefri Ingin Densus 88 Dibubarkan : kumparan.com

Mister News

Published by
Mister News

Recent Posts

Israel Jatuhkan Bom saat Warga Palestina Rayakan Idul Fitri

Israel jatuhkan bom saat warga Palestina Rayakan Idul Fitri. Sukacita Idul Fitri 1446 Hijriah masih…

11 jam ago

Begini Ungkapan Atalia Praratya Rasanya Jadi Istri Ridwan Kamil

Begini Ungkapan Atalia Praratya rasanya jadi istri Ridwan Kamil. Mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil,…

1 hari ago

KPK Akan Panggil Ridwan Kamil Atas Dugaan Korupsi BJB

KPK akan panggil Ridwan Kamil atas dugaan korupsi BJB. Komisi pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyiapkan…

1 hari ago

Dedi Mulyadi Disindir Menteri Parawisata

Dedi Mulyadi disindir menteri parawisata. Manteri Parawisata Widianti Putri Wardhana seperti menyentil sikap Dedi Mulyadi…

2 hari ago

Kecelakaan Maut di Tol JORR Jakarta Barat Tiga Orang Tewas

Kecelakaan Maut di Tol JORR Jakarta Barat Tiga Orang Tewas Jakarta, 31 Maret 2025- kecelakaan…

2 hari ago

Jemaah Umroh asal indonesia mengalami kecelakaan di Arab

Jemaah umroh asal Indonesia mengalami kecelakaan di Arab Saudi 6 orang meninggal dunia. Kecelakan tragis…

6 hari ago