Ustaz Panji Nova di Kritik Usai Ceramah soal Sarjana Jadi Kurir

Ustaz Panji Nova di Kritik Usai Ceramah soal Sarjana Jadi Kurir

Ustaz Panji Nova di kritik usai ceramah soal Sarjania jadi kurir

Potongan ceramah Panji Nova Perdana yang beredar di media sosial membuat perdebatan di kalangan netizen.

Penceramah tersebut sebelumnya menyampaikan materi dalam sebuah acara Maulid Nabi yang kemudian menjadi sorotan setelah cuplikan videonya tersebar luas.

Perhatian netizen tertuju pada contoh yang digunakan Panji ketika membahas pendidikan dan pekerjaan.

Dalam ceramah tersebut, ia menggambarkan seseorang yang sudah menempuh pendidikan sampai perguruan tinggi, termasuk mempelajari matematika, tetapi setelah lulus justru mencari penghasilan dengan menjadi kurir paket.

Banyak netizen menilai contoh tersebut kurang tepat karena dapat menimbulkan kesan bahwa pekerjaan kurir memiliki kedudukan lebih rendah dibandingkan pekerjaan lain.

Padahal, profesi kurir dijalani banyak orang sebagai sumber penghasilan.

Keberadaan mereka juga berperan dalam menunjang aktivitas masyarakat, terutama dalam proses pengiriman barang dari penjual kepada pembeli.

Tidak sedikit pengguna media sosial yang kemudian membela para kurir.

Mereka berpendapat bahwa pekerjaan tidak seharusnya dinilai berdasarkan gengsi selama dilakukan dengan cara yang halal dan memberikan manfaat.

“Kurir paket itu besar banget jasanya, tanpa mereka barang-barang yang kita pesan gak akan sampe,” tulis salah satu netizen.

Komentar serupa juga bermunculan, sebagian pengguna mengingatkan agar contoh dalam sebuah ceramah dipilih secara lebih hati-hati supaya tidak menyinggung kelompok tertentu.

Setelah pernyataannya menuai kontroversi, Panji akhirnya memberikan klarifikasi.

Ia meminta maaf kepada masyarakat yang merasa tersinggung dengan ucapannya dan menyatakan menarik kembali pernyataan mengenai profesi kurir.

Panji mengaku menyesali perkataannya yang telah menimbulkan polemik.

Ia juga menegaskan permintaan maaf tersebut ditujukan kepada para pekerja kurir dari berbagai perusahaan ekspedisi.

Baca juga: Jembatan ambruk di Pangandaran, ini respons Dedi Mulyadi