Air Force One Baru Trump Resmi Beroperasi, Hibah dari Qatar

Air Force One Baru Trump Resmi Beroperasi, Hibah dari Qatar

Air Force One baru Trump resmi beroperasi, hibah dari Qatar

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah resmi meluncurkan armada Air Force One terbaru di Pengkalan Gabungan Andrews, Jumat 19 Juni 2026.

Pesawat yang berjenis Boeing 747 ini ternyata hasil hibah dari pemerintah Qatar bulan Mei tahun 2025.

Air Force One kali ini memiliki warna yang baru yang lebih mencolok, menampilkan warna biru tua, garis merah, bendera Amerika Serikat besar di ekor, juga lambang kepresidenan di sisi kiri badan pesawat.

Donadl Trump memperkenalkan jet ini dengan penuh gaya setelah turun dari pesawat diiringi olegh lagu andalannya.

“Pesawat ini diubah menjadi Gedung Putih terbang dengan tingkat kemewahan yang belum pernah terlihat siapa pun sebelumnya,” kata Donald Trump di depan ratusan personel Angkatan Udara.

Ia juga menambahkan bahwa desain baru tersebut sangat sesuai dengan seleranya.

“Ketika kita mendarat di bandara di London dan di Jerman dan berbagai tempat lainnya, tidak ada yang bisa mendampingi yang satu ini, dan begitulah seharusnya bagi negara kita,” tegasnya.

Jet eks-Qatar ini bertindak sebagai pesawat sementara (Bridge) karena Amerika Serikat mengalami penundaan pengiriman armada baru dari Boeing hingga tahun 2028.

Donald Trump mengakui langkah tidak biasa ini diambil demi menjaga wibawa negara.

“Lihat, presiden yang normal tidak akan melakukan ini. Presiden yang normal ingin menjauh dari pesawat terbang. Tetapi negara kita harus diwakili dengan benar,” ungkap Trump.

Angkatan Udara AS memastikan bahwa modifikasi keamanan senilai hampir 400 juta dolar ini tetap memprioritaskan aspek keselamatan tanpa merombak total interior mewah bawaan sebelumnya.

Lewat siaran persnya, Angkatan Udara menyatakan bahwa setiap pesawat kepresidenan harus memenuhi persyaratan keamanan yang ketat dan jet ini dimodifikasi dengan pendekatan teknik yang disiplin yang memprioritaskan keamanan inti ini di atas segalanya.

Baca juga: Trump kritik cara Israel di Lebanon, Suriah diminta ambil alih