Trump Kritik Cara Israel di Lebanon, Suriah Diminta Ambil Alih

Trump Kritik Cara Israel di Lebanon, Suriah Diminta Ambil Alih

Trump kritik cara Israel di Lebanon, Suriah diminta ambil alih

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan kritik terhadap metode militer Israel di Lebanon.

Di KTT G7 Evian, Prancir, Donald Trump secara terbuka menyindir taktik bumi hangus Israel yang dinilai terlalu banyak mengorbankan warga sipil.

“Anda tidak perlu meruntuhkan satu gedung apartemen penuh setiap kali mencari satu orang. Ada banyak manusia di dalam rumah-rumah itu, ada saya bisa pastikan mereka semua bukan Hezbillah,” tegas Trump di hadapan.

Menilai perang Israel melawan Hezbollah sudah berlangsung terlalu lama dan menelan terlalu banyak korban jiwa, Trump menawarkan solusi radikal, meminta Suriah melakukan invasi militer ke Lebanon.

Donald Trump bahkan terang-terangan memuji Presiden Suriah, Ahmad al-Sharaa.

Sebagai sosok pemimpin yang kuat dan jauh lebih mampu menuntaskan misi tersebut ketimbang militer Israel tanpa harus membantai warga sipil.

“Jika Israel tidak bisa menyelesaikan tugas ini tanpa membunuh semua orang, maka Suriah yang akan menyelesaikannya,” tambah Donald Trump.

Pernyataan ini adalah kali kedua di bulan Juni 2026 Trump menyuarakan intervensi Damaskus ke Lebanon.

Sebuah langkah berbahaya yang dinilai dapat membuka kembali “kotak pandora” sejarah kelam, mengingat Suriah pernah menginvasi dan menduduki Lebanon dari tahun 1976 hingga 2005.

Wacana berani Donald Trump ini juga langsung membuat kebingungan diplomatik karena bertolak belakang dengan pernyataan utusan khususnya sendiri.

Tom Barrack, yang sebelumnya membantah bahwa AS melobi Suriah untuk menginvasi Lebanon untuk melucuti senjata Hezbollah.

Baca juga: AS diduga sembunyikan detail perjanjian Iran dari Israel