Atalia Praratya kritik keras lagu Bupati Purwakarta yang lagi viral
Sebuah lagu berbahasa Sunda berjusul Lalaki Langit Lalanang Bejad mendadak menjadi ramai.
Bukan karena melodinya, melainkan karena liriknya yang dinilai merendahkan perempuan.
Atalia Prarata ikut turun tangan soal keresahan terhadap lagu ciptaan Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau Om Zein.
Melalui postingan di media sosial yang dilihat pada Rabu 1 Juli, Atalia mengaku sulit menemukan sisi positif dari lirik lagu tersebut.
“Jujur, saya tidak habis pikir. Sepositif apa pun saya mencoba memaknai lagu ini, saya tidak menemukan sedikit pun ruang untuk menganggap lirik ini sebagai bentuk penghormatan kepada perempuan,” tulis Atalia.
Pernyataan tersebut langsung memicu diskusi netizen di publik.
Banyak pemahaman pesan yang ingin disampaikan melalui lagu tersebut, terutama karena menggunakan bahasa daerah yang memiliki nilai budaya tinggi.
Ia juga mempertanyakan mengapa, dari begitu banyak pilihan kata indah dalam Bahasa Sunda, justru narasi seperti itu yang dipilih untuk dijadikan sebuah karya.
Atalia menilai lirik lagu tersebut tidak mencerminkan nilai budaya Sunda yang selama ini dikenal menjungjung silih asih, silih asah, silih asuh, dan silih wawangi.
Menurutnya, budaya Sunda tidak pernah mengajarkan masyarakat nya untuk menertawakan beban biologis perempuan.
Di saat banyak pihak berupaya melawan budaya patriaki yang merendahkan perempuan.
Ia mempertanyakan mengapa narasi yang dinilainya patriaki justru muncul dari karya seorang kepala daerah.
Kemudian, pihak Saepul Bahri Binzein belum memberikan tanggapan atas kritik tersebut
Berdasarkan pantaun media sosialnya, ia masih memosting aktivitas seperti biasa.
Baca juga: DPR kaget, Bina Marga minta anggaran 3 kali lipat usai Rp29 T

