Dokter Boyke bongkar kondisi lapas dan permasalahan serius
Dokter spesialis seksologi Boyke Dian Nugraha mengungkapkan adanya praktik kekerasan seksual sesama wanita di dalam lembaga pemasyarakatan saat hadir sebagai pakar ahli dalam Rapat Dengar Pendapat Umum Panitia Kerja Pemasyarakatan Komisi XIII DPR RI, Rabu 1 Juli 2026.
Dalam kesaksiannya, dr Boyke menyebut fenomena tersebut berkaitan dengan perilaku lesbian yang terjadi di lingkungan lapas wanita.
Ia mengungkapkan wanita yang baru masuk lapas, terutama yang memiliki parak menarik, sering menjadi sasaran kekerasan seksual di sesama penghuni.
“Ya itu yang berkaitan nanti dengan lesbianism. Jadi apalagi kalau wanita yang masuk itu misalnya pengedar narkoba cantik, ya sudah itu menjadi santapan buat para wanita-wanita yang lain,” kata dr Boyke.
Yang paling mengkhawatirkan, kara dr Boyke, adalah budaya diam di kalangan korban.
Banyak yang tidak berani melapor karena takut mendapat kekerasan yang lebih berat dari sesama penghuni lapas.
“Mereka dikekerasan, yang saya dengar langsung dari mereka sendiri. Oleh karena itu pelaporan itu, saya melapor nggak berani. Karena kalau sampai melapor dan ketahuan, mereka akan mendapatkan kekerasan yang lebih lagi dari teman-temannya,” katanya.
Ia mendesak agar pengawasan di area-area rawan di dalam lapas, terutama yang berkaitan dengan kelompok rentan, segera diperketat sebagai langkah pencegahan.
Pernyataan tersebut kemudian memunculkan kembali perhatian masyarakat terhadap kondisi lembaga pemasyarakatan di Indonesia.
Isu perlindungan hak asasi manusia di dalam lapas, khususnya bagi perempuan, menjadi sorotan yang tidak bisa diabaikan.

