Bilqis Luvena viral, link Telegram 27 detik ramai dicari di TikTok
Bilqis Luvena Danendra atau yang lebih dikenal sebagai Miss Cendut kembali menjadi perbincangan setelah video berdurasi 27 detik dikaitkan dengan berbagai pencarian di media sosial.
Ramainya unggahan ulang membuat informasi mengenai video tersebut berkembang dengan beragam narasi. Padahal, konten aslinya memiliki konteks yang jauh lebih sederhana.
Bilqis merupakan kreator konten asal Banyuwangi yang aktif membagikan video hiburan.
Video 27 detik yang ramai dibicarakan tersebut diketahui berupa lipsync dan parodi dengan menggunakan audio dari serial web Tiba-Tiba Brondong.
Dalam unggahan tersebut, Bilqis menirukan dialog dan ekspresi karakter Bella yang dimainkan Tatjana Saphira.
Audio yang digunakan memang berasal dari serial bergenre romantis komedi tersebut sehingga video Bilqis berkaitan dengan tren hiburan yang berkembang di media sosial.
Tiba-Tiba Brondong sendiri memiliki sembilan episode dan memasangkan Tatjana Saphira dengan Fadi Alaydrus.
Ceritanya berfokus pada Bella, seorang dosen berusia 35 tahun yang mencoba mencari pasangan melalui aplikasi kencan.
Bella kemudian berkenalan dengan seorang pria bernama Sky, belakangan diketahui bahwa Sky sebenarnya adalah Langit, mahasiswa baru berusia 19 tahun yang mengikuti kelas Bella.
Baca juga: Ramai di Cianjur, anak perempuan diduga bakar rumah ayahnya
Situasi tersebut menjadi bagian dari konflik sekaligus unsur komedi dalam cerita.
Audio dari serial tersebut kemudian banyak digunakan untuk membuat lipsync dan parodi.
Karena itu, kemunculan audio yang sama dalam video Bilqis tidak serta-merta menunjukkan adanya konteks lain seperti yang diklaim dalam sejumlah unggahan.
Popularitas Miss Cendut membuat video tersebut mudah mendapatkan perhatian.
Masalahnya, konten yang sudah tersebar kembali dapat mengalami perubahan judul, caption, bahkan narasi sehingga informasi awal menjadi kabur.
Di tengah ramainya pencarian, pengguna media sosial juga perlu mewaspadai tautan yang mengklaim menyediakan video lengkap.
Link Telegram, X, atau situs dengan tombol “download video” dapat dimanfaatkan untuk mengarahkan pengguna ke halaman yang tidak aman.
Jangan memasukkan password, kode OTP, nomor telepon, atau data pribadi melalui tautan yang sumbernya tidak jelas.
Jika sebuah link meminta login, survei, atau pemasangan aplikasi sebelum video dapat dibuka, sebaiknya tutup halaman tersebut dan cari informasi dari sumber yang lebih terpercaya.

