Bus akademi Persib U-18 diserang di Batang, DPRD Jabar murka
Kasus penyerangan bus yang membawa pemain muda Persib Bandung di Rest Area Batang, Jawa Tengah, menjadi perhatian Anggota DPRD Jawa Barat, Zaini Shofari.
Ia mengecam keras insiden yang menimpa skuad Elite Pro Academy (EPA) U-18 tersebut, terlebih karena kejadian itu disertai perusakan kendaraan dan dugaan penjarahan barang milik tim.
Zaini menilai tindakan tersebut tidak lagi bisa dianggap sebagai bagian dari persaingan antarsuporter.
Menurutnya, fanatisme terhadap klub seharusnya tidak membuat seseorang kehilangan kendali hingga melakukan tindakan yang merugikan pihak lain.
Ia menegaskan bahwa dugaan keterlibatan oknum suporter Persija dalam peristiwa tersebut perlu ditindaklanjuti melalui penyelidikan menyeluruh.
Pihak yang terbukti terlibat harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.
Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat itu juga meminta kepolisian dan federasi sepak bola Indonesia mengambil langkah tegas.
Baginya, penanganan kasus seperti ini tidak cukup hanya dengan kecaman, tetapi harus disertai tindakan nyata agar kejadian serupa tidak menjadi kebiasaan dalam dunia sepak bola.
Zaini turut menyoroti perlunya penerapan sanksi bagi pelaku kekerasan di luar stadion. Ia menilai aturan dan konsekuensi yang jelas dapat menjadi peringatan bagi suporter agar tidak bertindak semena-mena terhadap tim maupun pendukung klub lain.
Di tengah kejadian tersebut, ia mengapresiasi respons Polresta Batang yang bergerak mengejar para terduga pelaku hingga wilayah Karawang, Jawa Barat.
Ia berharap proses penegakan hukum berjalan tuntas sehingga seluruh pihak yang bertanggung jawab dapat dimintai pertanggungjawaban.
Zaini juga mengingatkan bahwa tindakan anarkistis di tempat umum semakin sulit disembunyikan.
Rekaman CCTV dan kamera ponsel dapat menjadi bukti penting, terlebih ketika video kejadian dengan cepat menyebar melalui media sosial.
Kepada Bobotoh, Zaini berpesan agar tidak terpancing emosi atau melakukan pembalasan.
Ia meminta pendukung Persib tetap menunjukkan sikap dewasa meskipun tim kebanggaannya mengalami insiden yang memancing kemarahan.

