China eksperimen kabut buatan uap air untuk redam suhu panas
Negara China kembali mencuri perhatian dunia dengan inovasi pendingin kota yang sederhana namun sangat berguna.
Di dengan cuaca yang panas melanda sejumlah kota besar, pemerintah China memasang sistem semprotan kabut air bertekanan tinggi di ruang-ruang publik sebagai pengganti pendingin udara konvensional.
Nozel bertekanan tinggi menyemprotkan tetesan air sangat halus yang menguap dengan cepat di udara, menyerap panas di sekitarnya tanpa membasahi pakaian maupun permukaan.
Penelitian menunjukkan teknologi ini mampu menurunkan suhu udara hingga 2 hingga 10 derajat Celsius, tergantung kondisi lingkungan dan kelembaban setempat.
Sistem yang sama sudah lebih dulu diterapkan di Guangzhou, salah satu kota dengan suhu musim panas tertinggi di China yang bisa menembus 39 derajat Calsius.
Di kawasan bersejarah Yongqing Fang, mesin water mist dipasang berdampingan dengan penghijauan vertikal dan sistem ventilasi alami di arsitektur tradisional sebagai bagian dari strategi pendinginan kota terpadu.
Langkah ini diambil seiring dengan meningkatnya intensitas gelombang panas di China.
Pada Mei 2026, China mengalami gelombang panas pertama tahun ini dengan suhu mencapai 37 derajat Celsius di sejumlah wilayah utara, termasuk Beijing, Tianjin, Shanxi, Henan, dan Shandong.
China Meteorological Administration mengelurkan peringatan dan mengimbau warga membatasi aktivitas luar ruangan serta menjaga asupan cairan.
Dibandingkan pendingin udara konvensional, sistem semprotan kabut dinilai jauh lebih hemat energi dan ramah lingkungan.

