Diduga keracunan MBG, 512 santri Sidoarjo dilarikan ke RS
SPPG Kalitengah, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, menjadi viral setelah sejumlah penerima manfaat mengalami keluhan kesehatan.
Makanan yang dibagikan pada Selasa 1 September diketahui menjangkau sekitar 2.800 penerima dari berbagai lembaga pendidikan.
Paket tersebut disalurkan ke sekolah dengan jenjang berbeda, mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMA.
Tak hanya itu, Pondok Pesantren Manba’ul Hikam juga termasuk lembaga yang menerima makanan dari dapur SPPG Kalitengah.
Dalam satu paket MBG, penerima mendapatkan nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu Bali, tumis buncis dan baby corn, serta buah apel.
Kesamaan sumber makanan tersebut kemudian menjadi perhatian setelah muncul laporan mengenai siswa dan santri yang mengalami gangguan kesehatan.
Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus Kepala Satgas MBG Jatim, Emil Elestianto Dardak, mengakui adanya laporan serupa dari sejumlah sekolah.
Baca juga: Prabowo di Vladivostok, mendapat kehormatan khusus dari Putin
Menurutnya, kesamaan yang ditemukan adalah makanan yang dikonsumsi berasal dari SPPG Kalitengah.
“Memang juga ada data yang menunjukkan selain dari pondok pesantren Manba’ul Hikam, ada juga dari sekolah-sekolah lain itu juga mengalami keluhan. Jadi kesamaannya adalah konsumsi dari SPPG yang sama. SPPG Kalitengah, Tanggulangin,” kata Emil di Sidoarjo.
Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo disebut telah memiliki data lembaga pendidikan yang menerima paket tersebut.
Emil menyebut daftar itu mencakup SMA swasta, SMP, SD swasta, hingga TK.
Di sisi lain, keluhan kesehatan mulai dirasakan sejumlah santri Manba’ul Hikam pada Rabu sore.
Beberapa santri mengalami mual dan muntah sehingga sempat mendapat pertolongan di Unit Kesehatan Sekolah (UKS).
Ketika jumlah korban bertambah, sebagian santri kemudian dibawa ke rumah sakit.
Hasan, salah seorang santri, mengatakan makanan MBG dikonsumsi saat makan siang sekitar pukul 13.00 WIB. Ia sendiri tidak menyantap hidangan tersebut.

