Nasional

DPR Minta Komnas Perempuan Lebih Empati dalam Kasus YTR

DPR minta Komnas Perempuan lebih empati dalam kasus YTR

Wakil Ketua Komisi XIII DPR, Andreas Hugo Pereira, mengkritik sikap Komnas Perempuan dalam menyikapi kasus penyekapan dan penganiayaan yang menimpa perempuan yang berinisial YTR  usia 29 tahun, warga Bandung, Jawa Barat.

Menurutnya, Komnas Perempuan terlalu bermain aman dengan berbagai teori hingga terkesan kurang berempati terhadap korban.

“Komnas Perempuan dengan berbagai kriteria dan teorinya, terlalu hati-hati dalam membuat pernyataan sehingga terkesan kurang berempati terhadap kasus yang menimpa korban YTR yang juga seorang perempuan,” kata Hugo, Senin 29 Juni 2026.

Politis PDI Perjuangan ini menegaskan masyarakat membutuhkan sikap empati dan simpati yang menunjukkan adanya perlindungan dan bantuan kepada korban, bukan sekadar perdebatan definisi.

Ia juga meminta agar pelaku berinisial Taufik Hidayat diselidiki dan dihukum seberat-beratnya demi menimbulkan efek jera.

“Sementara pelaku terhadap Taufik agar melamar dan dihukum seberat-beratnya sebagai cara untuk menimbulkan efek jera bagi yang bersangkutan maupun masyarakat sehingga kasus semacam tidak kembali terulang,” ungkap Hugo

Kritik Hugo muncul setelah pernyataan Komnas Perempuan dalam konferensi pers Hari Anti Penyiksaan Internasional pada 26 Juni 2026.

Yang menyebut kasus YTR belum dapat dikategorikan sebagai penyiksaan berdasarkan definisi Konverensi Anti-Penyiksaan PBB.

Pernyataan itu membuat gelombang kecaman publik. Komnas Perempuan kemudian meminta maaf dan meralat sikapnya.

Komisioner Komnas Perempuan, Ratna Batara Munti, menegaskan kasus yang dialami YTR merupakan kekerasan berbasis gender yang sangat ekstrem, sadis, dan kejam, serta memenuhi unsur penganiayaan berat dalam hukum pidana.

“Komnas Perempuan menyampaikan permohonan maaf yang tulus terkait pernyataan kami pada Konferensi Pers Hari Anti Penyiksaan Internasional, 26 Juni 2026 yang membahas kasus tersebut dalam kerangka Konverensi Menentang Penyiksaan,” kata Ratna.

Baca juga: Komnas Perempuan akui khilaf soal kasus YTR, lalu minta maaf
Penguin

Recent Posts

KDM Hentikan Proyek Besar Data Center AI Jatiluhur, Kenapa?

KDM hentikan proyek besar daya center Ai Jatiluhur, kenapa? Pembangunan data center kecerdasan buatan (AI)…

3 jam ago

Rocky Gerung Resmi Jadi Wantimpres, Begini Pesan Prabowo

Rocky Gerung resmi jadi Wantimpres, begini pesan Prabowo Rocky Gerung kini resmi menjadi bagian dari…

3 jam ago

Lolos Final, Justin Hubner Sebut Shin Tae-yong & John Herdman

Lolos final, Justin Hubner sebut Shin Tae-yong & John Herdman Langkah Timnas Indonesia menuju partai…

14 jam ago

Daftar Lengkap Anggota Wantimpres yang Baru Dilantik Prabowo

Daftar lengkap anggota Wantimpres yang baru dilantik Prabowo Presiden Prabowo Subianto resmi membentuk jajaran baru…

16 jam ago

Garuda Resmi Melawan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Garuda resmi melawan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026 Timnas Indonesia berhasil mencatatkan pencapaian…

1 hari ago

Erick Thohir Ungkap Bangga Usai Timnas Indonesia Lolos ke Final

Urick Thohir ungkap bangga usai Timnas Indonesia lolos ke final Erick Thohir langsung memberikan respons…

1 hari ago

This website uses cookies.