Gibran Bagi Sembako untuk Ojol, Setelah diprotes Settingan Temui Ojol

Gibran Bagi Sembako untuk Ojol, Setelah diprotes Settingan Temui Ojol

Gibran bagi sembako untuk ojol, setelah diprotes settingan temui ojol.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka membagikan sembako kepada warga dan ojek online (ojol) di sekitar Stasiun Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa 2 September 2025.

Gerakan tersebut menjadi sorotan di tengah memanasnya masalah-masalah politik nasional.

Gibran Rakabuming Raka, yang lagi didampingi oleh Paspampres, telah tiba di lokasi sekitar pukul 11.45 WIB.

Gibran terlihat mengenakan baju kemeja berwarna cokelat. Ia berinteraksi langsung, dan melayani permintaan swafoto dari warga.

Sebanyak satu truk sembako habis dibagikan dalam waktu kurang lebih dari 40 menit.

Selanjutnya, seorang penjual kopi keliling, Syamsul, ia mengaku sangat senang dan terbantu dengan adanya bantuan dari Gibran.

” Tadi pakai kupon. Menyenangkan sekali ya, lagi susah begini, membantu sekali,” kata bapak yang jual kopi tersebut.

Kemudian, penerima lain, Nur, ia seorang ibu rumah tangga, juga merasa gembira dan terbantu.

” Terima kasih, dengan adanya pembagian sembako saya senang sekali. Saya dapat info dari anak saya yang bekerja sebagai ojek pangkalan di sini. Isinya ada beras, minyak, sama gula,” ungkap Nur.

Tindakan blusukan Gibran Rakabuming Raka ini sangat di sambut antusias oleh warga sekitar dan pengemudi ojek online yang mengantri tertib untuk mendapatkan sembako gratis.

Baca juga: Rakyat Minta Tuntut RUU Perampasan Aset Disahkan

Selanjutnya, kebenaran identita sekelompok orang mengaku sebagai perwakilan pengemudi ojek online yang ditemui Gibran, Minggu 31 Agustus 2025.

Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Onlien Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, menegaskan sekelompok orang itu tidak dikenal dalam asosiasi sebagai driver ojol.

Sebaliknya, Igun justru mempertanyakan identitas dan legitimasi kelompok yang diterima Gibran.

Sekelompok orang itu tidak pernah terlihat dalam solidaritas maupun proses pengawalan kasus hukum Affan Kurniawan.

“Ia, tidak kenal. Tak ada yang mengetahui dari kelompok mana, atau mewakili siapa mereka itu,” kata Igun. 2 September 2025.

“Kami juga menjadi saksi mata langsung peristiwa Affan Kurniawan,” kata dia.