KDM tegaskan program Gerakan Rereongan Poe Ibu murni sukarela
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi atau suka di panggil KDM, menegaskan bahwa program Gerakan Rereongan Poe Ibu atau gerakan menyisihkan uang Rp 1.000 per hari bukanlah pungutan, melainkan inisiatif sukarela berbasis gotong royong.
Dan program ini telah resmi diluncurkan melalui Surat Edaran (SE) Nomor 149/PMD.03.04/KESRA yang ditandatangani Provinsi Jabar.
“Yang Rp 1.000 itu nanti dipegang oleh bendahara kas internal di masing-masing lingkungan kerja, sekolah, atau komunitas.” kata Dedi Mulyadi, Minggu 5 Oktober 2025.
“Jadi kalau ada orang datang ke rumah sakit butuh makan atau bayar kontrakan, tinggal kasih,” katanya.
Tak hanya itu saja, Dedi Mulyadi juga menegaskan bahwa prinsip rereongan (gotong royong) ini sudah lama diterapkan dan terbukti efektif membantu masyarakat dalam situasi mendesak, contoh:
“Yang kata gitu bukan pungutan yang dikelola tersentral, itu sukarela sifatnya.” jelas Dedi Mulyadi.
“Bagi mereka yang mau ngasih, ya silahkan,” tambahnya.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga mendorong para Bupati dan Wali Kota di seluruh Jawa Barat untuk meniru pendekatan ini.
Ia juga berharap agar rumah jabatan kepala daerah dapat difungsikan sebagai tempat warga mengadu dan mendapatkan bantuan darurat.
“Kami berharap rumah jabatan menjadi tempat mengadunya warga.” ungkap Dedi Mulyadi.
Abu Vulkanik Krakatau capai Jakarta, GMPK DKI bagi masker Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang…
3 ASN Jayawijaya tewas korban tembakan KKB, berikut profilnya Tugas pelayanan kepada masyarakat di Papua…
BGN hapus 1.653 sekolah dari penerima makan bergizi gratis Sebagian sekolah tidak lagi tercatat sebagai…
Rekaman video call diduga penembak 3 ASN Jayawijaya viral Kasus penembakan tiga ASN Dinas Pertanian…
Mahasiswa UIN Jakarta desak dugaan korupsi diusut tuntas Dugaan korupsi yang dikaitkan dengan pengelolaan UIN…
Santriwati di Sleman diduga jadi korban kiai, kini hamil 8 bulan Kasus dugaan kekerasan seksual…
This website uses cookies.