Mantan Rektor UGM: Jokowi tak pernah tunjukkan ijazah asli.
Mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Sofian Effendi, mengungkapkan dugaan bahwa Jokowi tidak pernah menunjukkan ijazah aslinya ke publik karena ada beberapa fakta mengejutkan.
Termasuk kabar bahwa Jokowi tidak lulus dari Fakultas Kehutanan UGM pada 1982 karena IP di bawah 2 dan seharusnya telah di-drop out.
Sofian Effendi juga menuding bahwa ijazah yang di pakai Jokowi untuk mencalonkan diri merupakan ijazah palsu dengan nama orang lain, Hari Muyono, yang merupakan kerabat dekatnya.
Selain itu, skripsi Jokowi diduga jiplakan dan tidak pernah diuji secara akademik.
Di sisi lain, Universitas Gadjah Mada (UGM) secara tegas membantah tuduhan tersebut.
Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, menegaskan bahwa Jokowi adalah alumnus resmi Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1980 dan lulusan pada 1985.
Universitas Gadjah Mada (UGM) sudah memiliki dokumen arsip asli yang mendukung keaslian ijazah Jokowi, yang ditandatangani sesuai standar fakultas dengan format waktu itu.
Wakil Rektor dan Dekan Fakultas Kehutanan juga menegaskan bahwa ijazah Jokowi asli dan sesuai dengan format lulusan pada masa tersebut.
UGM menolak mengambil langkah hukum terkait gugatan yang tidak langsung ditunjukan ke universitas.
Berita ini memuncak di publik dengan berbagai tuntutan klarifikasi.
Jokowi sempat menunjukkan ijazah aslinya kepada penyidik Polda Metro Jaya sebagai respons terhadap tudingan.
Namun, sebagian pihak tetap meragukan dokumen akademiknya.
Mantan dosen pembimbing disebut juga tidak pernah membimbing Jokowi dan menghindari pembahasan lebih lanjut.
Universitas Gadjah Mada (UGM) juga melanggar konferensi pers dan menjelaskan keberadaan dokumen akademik resmi Jokowi sebagai bukti kelulusan.

