Nasional

Persero Hasan Nasbi Dikritik Konten Kreator Soal Penebangan Hutan

Persero Hasan Nasbi dikritik konten kreator soal penebangan hutan.

Seorang konten kreator menanggapi soal pernyataan Hasan Nasbi yang menyebut kebiasaan masyarakat seperti minum kopi, makan gorengan, sampai menggunakan ponsel berkontribusi terhadap penebangan hutan dan aktivitas tambang.

Dalam video yang tersebar di media sosial, Hasan Nasbi sebelumnya menyampaikan bahwa kehidupan modern tidak bisa dilepaskan dari pemanfaatan sumber daya alam.

Menurut dia, mulai dari kopi, kepala sawit, hingga logam dalam ponsel berasal dari aktivitas pembukaan lahan dan penggalian bumi, sehingga kritik terhadap deforestasi tidak bisa disamaratakan.

Menanggapi hal tersebut, konten kreator langsung menilai argumen Hasan Nasbi terdengar masuk akal di permukaan, namun mengandung sejumlah kekeliruan logika.

Ia menyebut itu sebagai false dichotomy atau dikotomi palsu, karena seolah-olah hanya ada dua pilihan ekstrem: melindungi hutan secara penuh atau melakukan eksploitasi besar-besaran.

“Padahal faktanya, ada banyak pendekatan lain seperti zonasi, tebang pilih, hingga agroforestry. Isunya tidak hitam putih,” katanya.

Tak hanya itu saja ia juga mengkritik penyaman antara aktivitas konsumsi harian masyarakat dengan ekspansi industri skala besar.

Menurutnya, membandingkan kebiasaan minum kopi atau memakai ponsel dengan praktik pertambangan dan deforestasi merupakan false equivalence atau penyetaraan yang keliru.

“Yang sedang diperdebatkan bukan soal orang minum kopi atau pakai HP, tapi siapa yang paling diuntungkan dari ekspansi industri dan siapa yang justru menanggung dampaknya, seperti banjir, longsor dan gagal panen,” tambahnya.

Ia juga menambahkan, pernyataan Hasan Nasbi justru berpotensi mengaburkan akar persoalan dan tidak menawarkan solusi yang nyata bagi masyarakat yang terdampak langsung oleh kerusakan lingkungan.

Baca juga: Endipat Wijaya Minta Ampun ke Ferry Irwandi usai Sindir Donasi Rp10 M
Penguin

Recent Posts

Fakta Baru KPK: Dana MBG ternyata tak banyak sampai ke Desa

Fakta baru KPK: Dana MBG ternyata tak banyak sampai ke Desa Komisi Pemberantasan Korupsi menemukan…

5 jam ago

Anggaran Program MBG Sentuh US$4,24 Miliar Per April 2026

Anggaran program MBG sentuh US$4,24 miliar per April 2026 Nilai yang sangat pantastis itu langsung…

12 jam ago

Tas Branded Sandra Dewi Hasil Sitaan Korupsi Terjual Cepat

Tas branded Sandra Dewi hasil sitaan korupsi terjual cepat Tas yang dilelang berasal dari brand…

2 hari ago

Jurnalis Indo Bakal Dapat Perlindungan dari Kementerian HAM

Jurnalis Indo bakal dapat perlindungan dari Kementerian HAM Langkah ini menjadi perhatian karena termasuk keamanan…

2 hari ago

Review Film “Keluarga Suami Adalah Hama” yang Bikin Emosi

Review film "Keluarga suami adalah hama" yang bikin emosi Film “Keluarga Suami Adalah Hama” resmi…

3 hari ago

Rifky Alhabsyi Akhirnya Punya Anak Setelah 9 Tahun Menunggu

Rifky Alhabsyi akhirnya punya anak setelah 9 tahun menunggu Istri dari artis Rifky Alhabsyi, Yulia…

3 hari ago

This website uses cookies.