Prabowo: 7 tahun terakhir masih banyak anak kelaparan
Presiden Prabowo Subianto menyatakan kondisi ekonomi Indonesia selama tujuh tahun terakhir belum sepenuhnya sesuai dengan asal 33 Undang-Undang Dasar 1945.
Prabowo Subianto menyampaikan adanya ketimpangan dan pertumbuhan ekonomi yang dinikmati segelintir orang.
“Ketika kita tidak konsekuen menjalankan UUD 1945, terjadilah distorsi ekonomi, pemerataan ekonomi tidak cepat.” ungkap Prabowo Subianto mengawali pidatonya dalam Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD RI di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat 15 Agustus 2025.
“Yang menikmati pertumbuhan ekonomi hanya segelintir orang saja,” tambah Prabowo Subianto.
Prabowo secara rinci menyebut bahwa rata-rata pertumbuhan ekonomi 5 persen selama tujuh tahun terakhir tidak tercermin dalam kondisi nyata rakyat.
Menurutnya, masih banyak anak-anak yang kelaparan, serta petani dan nelayan kesulitan menjual hasil panen mereka.
Ketidakmerataan ini, lanjut Prabowo, juga dirasakan oleh banyak guru yang belum memiliki rumah dan mendapatkan penghasilan layak.
Selain itu, banyak keluarga tidak mampu berobat karena terkendala biaya atas minimnya fasilitas kesehatan di daerah.
“Masih terlalu banyak anak-anak kelaparan, petani dan nelayan kesulitan menjual hasil panennya,” tegas Prabowo Subianto.
“Serta keluarga yang tak sanggup berobat karena biaya atau tidak ada fasilitas kesehatan di daerah.” tambah Prabowo Subianto.
Prabowo: 7 tahun terakhir masih banyak anak kelaparan.
Guru Non-ASN mengadu ke DPR, minta kepastian nasib di 2027 Perwakilan guru non-ASN menyambangi Gedung…
Ramai alamat rumah Jennifer Coppen tersebar, ulah oknum Ojol Jennifer Coppen lagi menghadapi persoalan yang…
Indra Bruggman sukses jadi pengusaha, mau pensiun dari aktor? Nama Indra Bruggman sudah lama dikenal…
2 Anabul Inul Daratista hilang misterius, ternyata ada di lemari Inul Daratista heboh setelah dua…
KPK bongkar dugaan aliran uang, dua PNS Bea Cukai diperiksa Kasus dugaan korupsi dalam proses…
Alasan Raja Juli tak dampingi Prabowo Subianto cek Karhutla Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni akhirnya…
This website uses cookies.