Seorang pria yang memiliki 6 ton majalah porno meninggal ketika koleksi majalah porno tersebut jatuh menimpanya.
Tubuh berusia 50 tahun itu telah ditemukan enam bulan kemudian terkubur di bawah tumpukan majalah porno koleksinya tersebut.
Jenazah pria itu baru ditemukan setelah pemilik apartemen yang mendobrak masuk untuk menagih uang sewa yang belum dibayar selama 6 bulan.
Nasib buruk pria pecandu pornografi itu terungkap setelah seorang petugas kebersihan yang disewa pemilik apartemen.
Petugas kebersihan itu mengatakan, perusahaanya diminta untuk menyingkirkan diam-diam segunung majalah porno agar tak dilihat tetangga dan menghindarkan aib bagi keluarga mendiang.
Dia mengatakan, pria tersebut adalah mantan pembuat mobil yang dikenal hanya dengan nama Joji.
Petugas kebersihan itu tidak bisa memastikan apakah Joji mengalami serangan jantung lalu jatuh menimpa tumpukan majalah porno yang kemudian menimbunnya atau tumpukan majalah itu ambruk begitu saja dan menimpanya.
Namun, lanjut dia, jika Joji masih hidup saat tertimbun maka tumpukan majalah itu akan meredam suara permintaan tolongnya.
Di dalam apartemen Joji memang di setiap sudut terdapat majalah porno. Bahkan majalah-majalah itu juga ditumpuk di meja dan rak. Selain itu ditemukan juga kliping dari berbagai majalah erotis yang menjadi favorit pria itu.
Saat majalah-majalah itu dipindahkan barulah diketahui bobot total koleksi Joji itu. Dan berat seluruh majalah itu mencapai 6 ton.
Kabar bahagia, Jennifer Coppen sah jadi istri Justin Hubner di Bali Akhirnya kabar bahagia dari…
Ramai Jokowi dikabarkan bakal jadi Ketua Dewan Pembina PSI Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace…
Pesawat Angkut Militer India terbakar usai jatuh, 5 personel tewas Pesawat angkut logistik jenis AN-32…
Publik penasaran, ini alasan Kenny Austin tutupi wajah sang anak Setelah melahirkan putra pertama mereka,…
Nanik ungkap rencana coret anak orang kaya dari program MBG Badan Gizi Nasional (BGN) lagi…
Menteri Pemadaman listrik bukan akibat batu bara langka, kata Bahlil Menteri Energi dan Sumber Daya…
This website uses cookies.