Pulau Indonesia Dilelang, Tito: Daripada Kosong Mending Jual.
Menteri Dalam Negeri Tito Kurnavian angkat bicara soal kabar ini. Ia menegaskan bahwa pulau-pulau tersebut tidak dijual, melainkan dilelang untuk mencari investor asing guna mengembangkan potensi pariwisata, khususnya ekowisata.
Menurut Tito, PT LII sudah menandatangani MoU dengan pemerintah daerah sejak 2015 untuk mengelola Kepulauan Widi, tetapi proyek itu terhenti karena kekurangan dana.
“Daripada kosong tak digunakan, lebih baik dikelola untuk ekowisata. Ini bisa buka lapangan kerja dan tingkatkan pendapatan daerah,” ucap Tito.
Namun, pernyataan Tito ini tidak serta-merta meredakan kontrovensi. Banyak masyarakat dan tokoh publik, termasuk mantan Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti, mempertanyakan transportasi lelang ini.
“Ini beneran? Kok bisa?” Netizen pun ramai mengomentari, dengan beberapa menyebut lelang ini sebagai bentuk “Penjualan negara”.
Meskipun begitu, Tito menegaskan bahwa kepemilikan pulau tetap di tangan Indonesia, dan investor asing hanya boleh mengelola, bukan memiliki.
PT LII bekerja sama dengan Sotheby’s untuk menarik investor global, dengan harapan mempercepat pengembangan Kepulauan Widi pasca pendemi.
Berikutnya, Okki Soebagio, juru bicara LII, menjelaskan bahwa lelang ini bukan bukan untuk menjual pulau, melainkan untuk mencari mitra yang bisa menggarap potensi wisata seperti diving, snorkeling, dan resort ramah lingkungan.
Namun, isu ini masih terus diselidiki pemerintah untuk memastikan tidak melanggar regulasi.
Kabar ini jelas memicu pro dan kontra. Ada yang melihatnya sebagai peluangan ekonomi, tapi tak sedikit pula yang khawatir soal kedaulatan dan dampak sosial bagi masyarakat lokal.
Pemerintah diminta lebih transparan soal rencana ini agar tidak memicu spekulasi liar.

