Saksi Kunci Pengakuan Lengkap Saat Pria Dibakar di Bekasi
MA dibakar hidup-hidup oleh warga Babelan, Bekasi karena diduga mencuri amplifier musala. Kejadian ini mendapat kecaman karena belum ada bukti MA benar-benar mencuri amplifier.
kumparan mendatangi lokasi kejadian. Kami menemui saksi kunci yang melihat langsung detik-detik kejadian hingga MA dibakar.
Saksi kunci itu bernama Rojali. Dia adalah marbut Musala Al Hidayah di Babelan, Bekasi.
Rojali menjadi orang pertama yang bertemu MA di musala. Sejak awal Rojali menaruh curiga pada MA.
Saat seorang jemaah berteriak ampli musala hilang, Rojali langsung curiga pelakunya adalah MA. Dia langsung mengejar MA hingga berhasil menemukan lelaki itu.
MA berlari meninggalkan sepeda motornya saat dihampiri Rohaji. Dia dikejar puluhan warga dan pemuda yang kemudian menghajarnya.
Sementara Rojali yang berada di sepeda motor MA menemukan amplifier yang dia cari. Rojali yakin betul, amplifier yang berada di sepeda motor MA adalah milik musala.
Rojali sempat meminta warga agar tidak main hakim sendiri dan menyerahkan MA ke polisi. Dia sudah berusaha menelepon polisi, namun polisi datang terlambat. MA sudah dibakar massa dan akhirnya meninggal.
Berikut Ini Video Pengakuan lengkap Rojali bisa disimak dibawah ini :
(Baca juga : HENDAK SHOLAT, TUKANG SERVIS TELEVISI DIBAKAR HIDUP-HIDUP)
Sumber Berita Saksi Kunci Pengakuan Lengkap Saat Pria Dibakar di Bekasi : Kumparan.com
Dituduh netizen gunakan APBD untuk Umrah, Om Zein klarifikasi Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau…
Eks Bupati Gowa Sitti Husniah ditahan terkait dugaan korupsi Mantan Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang,…
Viral, Orang Tua Diduga Bersikap Kasar kepada Dua Balita di Lift Video dari kamera pengawas…
Tombol SOS tak sengaja tertekan, penumpang langsung panik Penumpang Commuter Line mendadak bunyi alarm setelah…
Minta uang beli narkoba, pemuda ini diduga aniaya ibu kandung Laporan warga mengenai dugaan kekerasan…
Kabar duka, mantan Panglima TNI Widodo Adi Sutjipto meninggal Kabar meninggalnya mantan Panglima Tentara Nasional…
This website uses cookies.