Sri Bintang Pamungkas sebut Jokowi Jahat dan Punya Tiga Senjata
Tokoh pergerakan Sri Bintang Pamungkas mengatakan, selama kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi), ada pembiaran terhadap gerakan anti Islam, anti komunis, dan anti pribumi. Ia menyebut pembiaran itu sebagai tiga senjata Jokowi atau trisula.
Hal ini disampaikan Sri Bintang ketika diminta tanggapannya terkait tiga tahun kinerja pemerintahan Jokowi.
“Dia (Jokowi) itu punya tiga senjata yang namanya trisula,” katanya di kawasan Car Free Day (CFD), Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (22/10/2017).
“Apakah dia mengakui atau tidak, tapi faktanya terjadi gerakan itu. Yaitu gerakan anti Islam, gerakan anti pribumi pro China, dan gerakan pro komunis, itu yang terjadi selama tiga tahun ini. Nah ini terjadi pada masa Jokowi jadi presiden, fakta itu,” tegasnya.
Tiga senjata itu disebut Sri Bintang sebagai sebuah kejahatan. Soal anti Islam, ia menyinggung bagaimana pengejaran aparat kepolisian terhadap Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.
“Jahat, jahat. Ada anti Islam keluarga Rasul sampai di kejar-kejar, itu kan gerakan anti Islam, ada gerakan anti komunis dia biarkan, ada gerakan anti pribumi dia biarkan. Saya kira pembiaran atas satu kejahatan adalah kejahatan,” ujar Sri Bintang.
(Baca juga: KELOMPOK LIEUS SAMBANGI BALAI KOTA SOAL PIDATO ANIES PRIBUMI)
Sumber Berita Sri Bintang Pamungkas sebut Jokowi Jahat dan Punya Tiga Senjata : Netralnews.com
Rebecca effort ke Belgia demi beri kejutan spesial ultah Jennifer Di tengah momen perayaan di…
Eks Dirut KBS resmi jadi tersangka kasus korupsi pakan fiktif Kejaksaan Tinggi (Kejari) Jawa Timur…
Puan ketuk palu, RUU Surga Investasi PFII resmi sebagai UU DPR RI telah resmi menyepakati…
Gerindra nilai Hotman tak etis seret Prabowo ke ranah hukum Partai Gerindra menegaskan Presiden RI…
Nanik S mundur dari kepala BGN, demi pemulihan kesehatannya Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik…
Yudi Purnomo bongkar kecurigaan soal fasilitas khusus Hotman Mantan penyidik KPK, Yudi Purnomo Harahap, meminta…
This website uses cookies.