Tim Garuda terancam batal Away di Timur Tengah, Ini kata Erick

Tim Garuda terancam batal Away di Timur Tengah, Ini kata Erick

Tim Garuda terancam batal away di Timur Tengah, ini kata Erick

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, tengah mempertimbangkan kemungkinan memindahkan agenda tandang Timnas Indonesia pada FIFA Matchday November 2026 ke negara lain.

Langkah ini dipertimbangkan karena kondisi keamanan di Timur Tengah masih menimbulkan kekhawatiran menjelang pelaksanaan pertandingan.

Timnas Indonesia sebelumnya direncanakan menjalani dua laga tandang pada periode FIFA Matchday, 9–17 November 2026.

Yordania telah dipastikan menjadi salah satu calon lawan skuad Garuda, sedangkan Kuwait masih sebatas kandidat yang belum diumumkan secara resmi oleh PSSI.

Kedua pertandingan tersebut dipersiapkan sebagai bagian dari program pematangan tim menuju Piala Asia 2027 di Arab Saudi.

Melalui laga di kawasan Timur Tengah, para pemain diharapkan memperoleh pengalaman menghadapi kondisi cuaca dan atmosfer pertandingan yang berbeda.

Namun, perkembangan situasi keamanan di kawasan tersebut membuat rencana awal perlu dikaji kembali. Erick menyebut keselamatan pemain menjadi pertimbangan utama sebelum PSSI menetapkan lokasi pertandingan.

Koordinasi dengan pemerintah juga diperlukan untuk memastikan keputusan yang diambil tidak menimbulkan risiko bagi skuad Garuda.

Dalam keterangannya di Grand Indonesia, Jakarta, Rabu 28 Oktober 2026, Erick mengungkapkan bahwa keputusan mengenai agenda November harus segera ditentukan.

Meski begitu, mengubah pertandingan menjadi laga kandang bukan pilihan yang memungkinkan saat ini.

Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) sedang menjalani perawatan besar dan terdapat sejumlah kegiatan lain yang telah terjadwal.

Tak hanya itu, PSSI sebelumnya telah berkomitmen membawa Timnas Indonesia bertanding di luar negeri pada November.

Karena itu, federasi mulai mempertimbangkan negara alternatif sekaligus mencari kemungkinan lawan pengganti apabila pertandingan di Timur Tengah tidak dapat terlaksana.

Erick mengakui proses tersebut cukup rumit lantaran banyak tim nasional sudah memiliki agenda masing-masing.

PSSI sekarang dihadapkan pada dua kepentingan yang harus berjalan seimbang, yakni menjaga kelancaran persiapan menuju Piala Asia 2027 dan memastikan keamanan seluruh pemain.

Baca juga: Tak penuhi standar sanitasi, lebih dari 2.000 dapur MBG ditutup