Trump Kunci Hormuz, Kapal China Dipaksa Putar Balik, Beijing Marah Besar

Trump Kunci Hormuz, Kapal China Dipaksa Putar Balik, Beijing Marah Besar

Trump kunci Hormuz, kapal China dipaksa putar balik, Beijing marah besar

Blokade angkatan laut Amerika Serikat di Selat Hormuz sudah berlaku Senin, dengan target kapal-kapal besar yang keluar masuk pelabuhan Iran.

Kebijakan ini juga berdampak luas, terutama bagi China sebagai pembeli utama minyak Iran.

Dampak langsung terlihat pada kapal tanker Rich Starry yang berbalik arah menuju Selat Hormuz pada Rabu 15 APRIL 2026, sebelumnya sempat keluar dari Teluk.

Kapal tersebut dimiliki oleh Shanghai Xuanrun Shipping Co, yang juga masuk dalam saftar sanksi Washington.

Berdasarkan data Kpler, tanker tersebut membawa sekitar 250.000 barel metanol dari pelabuhan Hamriyah, Uni Emirat Arab.

Sementara itu, China mengecam keras langkah militer AS tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar negeri China, Gou Jiakun, menyebut blokade itu sebagai tindakan provokatif di tengah situasi gencatan senjata yang masih berlangsung.

“Dengan perjanjian gencatan senjata sementara yang masih berlaku, Amerika Serikat meningkatkan pengarahan militer dan melakukan blokade yang ditargetkan.” kata Guo.

“Ini hanya akan memperburuk konfrontasi, meningkatkan ketegangan, melemahkan gencatan senjata yang sudah rapuh, dan semakin membahayakan jalur aman melalui Selat Hormuz,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa hanya gencatan senjata penuh yang dapat meredakan situasi.

Baca juga: Donald Trump kritik pemimpin Gereja Katolik, Pope Leo XIV soal kebijakan AS di Iran