Viral Kasus dugaan pelecehan Wabup Sumedang, KDM Bertindak

Viral Kasus dugaan pelecehan Wabup Sumedang, KDM Bertindak

Viral kasus dugaan pelecehan Wabup Sumedang, KDM bertindak

Masalah yang menyeret Wakil Bupati Sumedang M Fajar Aldila kembali ramai diperbincangkan.

Persoalan tersebut bermula dari informasi yang beredar luas sejak akhir Agustus 2026 melalui media sosial dan sejumlah pesan berantai.

Dalam narasi yang beredar, orang nomor dua di Kabupaten Sumedang itu disebut terlibat dalam dugaan pelecehan, kekerasan, intimidasi, hingga pembatasan kebebasan terhadap sekretaris pribadinya yang diketahui berinisial R atau RY.

 Namun, berbagai tudingan tersebut hingga sekarang belum mendapatkan pembuktian secara resmi.

Situasi semakin menjadi perhatian setelah Inspektorat Jawa Barat menyelesaikan pemeriksaan internal terkait persoalan tersebut.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan hasil pemeriksaan belum menemukan fakta yang dapat dijadikan dasar untuk memberikan kesimpulan kepada masyarakat.

Dedi menyebut pihak-pihak yang diperiksa tidak mengakui adanya kejadian sebagaimana isu yang selama ini beredar.

Bahkan, seluruh pihak disebut memberikan bantahan mengenai tudingan tersebut.

“Kita ini kan sebenarnya kemarin sudah saya tanya ke Inspektorat yang melakukan investigasi. Kalau kita berdasarkan investigasi yang ada di Inspektorat, nggak ada yang bisa diumumin,” kata Dedi di Gedung DPRD Jawa Barat, Jumat.

Menurut Dedi, kondisi tersebut membuat hasil investigasi belum dapat dipublikasikan sebagai sebuah kesimpulan.

Baca juga: Harga minyak dunia tembus 106 dolar, bagaimana nasib BBM?

Ia juga menegaskan bahwa informasi yang tersebar di media sosial maupun pesan berantai tidak bisa secara otomatis dianggap sebagai fakta.

Meski begitu, Dedi tidak ingin persoalan tersebut berhenti begitu saja. Ia berencana mendatangi Pemerintah Kabupaten Sumedang pada Senin untuk berbicara langsung dengan sejumlah pihak.

Bupati Sumedang, Fajar Aldila, istri Wakil Bupati, serta sekretaris pribadi yang disebut dalam isu tersebut akan ditemui.

Dedi ingin mendengar penjelasan mereka secara langsung melalui pendekatan yang lebih personal.

“Tetapi, kan ini keriuhannya terus kan? Sehingga saya nanti hari Senin akan berkunjung langsung ke Pemda Sumedang. Nanti saya akan tanya Bupati, Wakil Bupati, istrinya, sekprinya, akan saya tanya langsung,” kata Dedi Mulyadi.

Ia menjelaskan bahwa langkah tersebut berbeda dengan pemeriksaan yang sebelumnya dilakukan Inspektorat.

Dedi ingin membuka ruang percakapan secara kekeluargaan agar persoalan bisa dipahami dari berbagai sisi.

“Saya akan mengajak ngobrol sebagai orang tua pada anak-anak atau pada adik-adiknya. Sehingga saya nanti bisa mendapatkan kesimpulannya secara langsung,” ungkapnya.