Arab Saudi takut diserang Iran, MBS desak Trump untuk cabut Blokade Selat Hormuz
Mohammed bin Salman (MBS), Putra Mahkota Arab Saudi, dilaporkan menekan Presiden AS, Donald Trump untuk mencabut blokade pelabuhan Iran di Selat Hormuz.
Riyadh khawatir Iran akan membalas dengan memerintahkan sekutu Houthi mereka di Yaman untuk menutup Selat Bab Al-Mandeb.
Jika titik rawan di Laut Merah tersebut Lumpuh, ekonomi Kerajaan diprediksi akan rontok.
Saat ini, Arab Saudi relatif bertahan karena memiliki akses ke Laut Merah melalui pelabuhan Yanbu saat Selat Hormuz tertutup.
Tetapi, ketahanan ini terancam jika Houthi kembali menyerang kapal komersial.
Padahal, lobi Arab Saudi sebelumnya cenderung mendukung sikap keras Presiden Donald Trump terhadap Iran.
MBG bahkan sempat meninggalkan sikap menahan diri dan mendukung serangan militer bersama Israel untuk melemahkan Teheran secara permanen.
Sekarang, strategi tersebut terbalik menjadi kecemasan. Meski kekuatan Houthi telah berkurang akibat serangan AS dan Inggris, pada analis menilai mereka masih mampu mengganggu jalur maritim.
Amr al-Bidh, perwakilan Dewan Transisi Selatan (STC), memperingatkan, “Kondisi untuk melanjutkan serangan terhadap kapal sekarang lebih permisif daripada kapan pun sejak tahun 2023.”
“Jika mereka bertindak, kemampuan untuk merespons dari dalam Yaman sama sekali tidak ada seperti sebelumnya.”
Para pejabat Teluk menilai taruhan negara-negara Arab terhadap Trump mulai merugikan.
Bukannya stabilitas yang didapat setelah pemberian berbagai investasi dan kemewahan, kawasan ini justru semakin membara.
Baca juga: Trump kunci Hormuz, kapal China dipaksa putar balik, Beijing marah besar

