Amerika Serikat akan incar kapal tanker Iran di jalur pelayaran Indonesia
Militer AS mengumumkan rencananya untuk memburu kapal Iran yang menuju kawasan Indonesia-Pasifik melalui wilayah dekat Indonesia.
Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, mengumumkan pada Kamis 16 April 2026, bahwa pencegatan mungkin besar akan dilakukan di Selat Malaka, jalur pelayaran internasional yang sangat vital.
Kawasan di sekitar Selat Malaka diidentifikasi sebagai lokasi konsentrasi terbesar bagi “tanker gelap” yang mengangkut minyak ilegal dari negara-negara yang terkena sanksi, termasuk Iran.
Jenderal Caine menegaskan langkah ini sebagai bagian dari strategi preventif.
“Kami juga menjalankan aktivitas dan tindakan pencegahan maritim di Area Tanggung Jawab Pasifik (AOR) terhadap kapal-kapal yang meninggalkan wilayah tersebut sebelum kami melalui blokade,” katanya.
Selanjut, Charlie Brown, penasihat senior pelacakan armada gelap dari United Against Nuclear Iran, menilai pernyataan Caine mengindikasikan Washington membuka peluang serupa terhadap tanker asal Venezuela.
Mantan perwira Angkatan laut AS ini memprediksi operasi akan dilakukan di perairan internasional guna memastikan kebebasan manuver.
“AS sebelumnya mencegat kapal tanker yang dijatuhi sanksi jauh dari wilayah terdekat Venezuela, termasuk di Samudra Hindia. Di situlah saya memperkirakan aktivitas serupa: di perairan internasional di mana AS memiliki kebebasan manuver operasional dan lebih sedikit batasan,” kata Brown.

