Demo Grahadi Surabaya berujung ricuh, Polisi bubarkan massa
Aksi demeonstrasi bertajuk “Warga Surabya Turun ke Jalan yang digelar di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan gubernur Suryo, Surabaya, berujung ricuh pada Jumat 26 Juni 2026.
Massa mulai berdatangan sejak pukul 16.20 WIB dan menggelar long march serta orasi di depan Gedung Grahadi.
Situasi itu yang semula kondusif kemudian memanas menjelang pukul 18.30 WIB, saat sekelompok orang tidak dikenal mulai melakukan pelemparan ke arah kompleks Grahadi hingga merusak pagar sisi timur, serta melemparkan petasan ke arah aparat kepolisian.
Tak hanya merusak pagar, massa juga melempar batu, botol air minum, dan petasan ke arah petugas.
Kotak lampu berlogo Pemprov Jatim dan Gerbang Baru Nusantara yang berada di atas pagar sisi barat Grahadi juga rusak dan pecah.
Sekitar pukul 19.05 WIB, aparat kepolisian menyiapkan barisan dan kendaraan taktis untuk membubarkan massa.
Bergerak dari gerbang Grahadi sisi timur menuju sisi barat, disertai semprotan water cannon.
“Water cannon digunakan untuk memadamkan api yang muncul di lokasi aksi.”
Sekitar pukul 19.58 WIB, polisi berhasil membubarkan massa aksi yang menemai diri Front Anti Kapitalisme hingga ke daerah Alun-Alun Surabaya.
Melalui postingan di akun Instagram resmi Humas Polsek Genteng Surabaya, tindakan pembubaran massa tersebut sebagai langkah yang harus diambil.
“Sebuah tindakan kepolisian yang HARUS diambil (kami tampilkan secara utuh tanpa sepengal sepengal atas aksi serta REAKSI) demi,,, demi mengamankan kota Surabaya,” itulah bunyi keterangan dalam postingan tersebut.
“Atas aksi diluar batas kewajaran, menyelamatkan objek vital, menjaga ketertiban dan keselamatan warga serta petugas pengamanan.”

