Jokowi Berkunjung ke Kediaman Prabowo Presiden Republik Indonesia Joko Widodo didampingi Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mendatangi kediaman dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Hambalang, Kabupaten Bogor, Senin (31/10/2016). Selama pertemuan tertutup, Prabowo memberi sejumlah masukan untuk pemerintahan Jokowi. Dia juga punya perhatian khusus terkait masalah keamanan. Grandyos Zafna/detikcom
Disebut PT 20% Lelucon Politik Tipu Rakyat, Jokowi: Kenapa Dulu Tak Ramai?
Ambang batas pencapresan (presidential threshold) disepakati dalam UU Pemilu sebesar 20 persen kursi DPR. Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menilai ambang batas itu sebagai lelucon politik yang menipu rakyat. Presiden Jokowi menanggapi.
“Nah apalagi kita sudah mengalami dua kalipresidential threshold 20 persen, (yakni) 2009 dan 2014. Kenapa dulu tidak ramai?” kata Jokowi di Deltamas, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (28/7/2017).
Ambang batas itu dipahami Jokowi sebagai wujud dari maksud baik, yakni maksud penyederhanaan kontestasi Pemilu. Dia mempersilakan publik membayangkan bila ambang batas pencapresan menjadi nol persen. Lalu capres yang diajukan menang. Jokowi khawatir realitas dukungan di parlemen terhadap presiden terpilih itu bakal sangat lemah.
“Kalau nol persen, kemudian partai mencalonkan, kemudian menang. Coba bayangkan nanti di DPR, di parlemen. Kita dulu yang 38 persen saja kan, waduh…,” tuturnya.
Dia mengimbau publik memahami situasi politik ini. Lagipula hasil itu adalah produk DPR juga, bukan semata-mata produk pihak pemerintah eksekutif.
“Kemarin juga sudah diketok dan aklamasi, betul? Nah itulah yang harus dilihat oleh rakyat. Jadi ya silakan itu dinilai, kalau masih ada yang tidak setuju, kembali lagi bisa ke MK, inilah negara demokrasi dan negara hukum yang kita miliki,” tutur Jokowi.
“Dulu ingat, dulu meminta dan mengikuti, kok sekarang jadi berbeda,” ujar Jokowi, entah siapa yang dia sindir.
Sebelumnya, Prabowo Subianto berbicara soal RUU Pemilu yang disahkan DPR itu. “Presidential threshold 20 persen lelucon politik yang menipu rakyat Indonesia. Saya tak mau terlibat,” kata Prabowo di kediaman SBY di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Kamis (27/7) kemarin.
Baca juga : Bagaimana Sikap MK Terhadap Presidential Threshold? Ini Jawabannya…
Sumber berita Disebut PT 20% Lelucon Politik Tipu Rakyat, Jokowi: Kenapa Dulu Tak Ramai? : detik
Jelang Idul Adha, harga cabai rawit merah terus meroket Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan…
Buyback Antam naik Rp30 ribu, harga emas toko tetap stabil Lonjakan tersebut membuat pasar logam…
Kursi Firaun di Kejagung Dilelang, publik soroti anggarannya Kursi Firaun itu adalah aset rampasan dari…
Fakta baru KPK: Dana MBG ternyata tak banyak sampai ke Desa Komisi Pemberantasan Korupsi menemukan…
Anggaran program MBG sentuh US$4,24 miliar per April 2026 Nilai yang sangat pantastis itu langsung…
Tas branded Sandra Dewi hasil sitaan korupsi terjual cepat Tas yang dilelang berasal dari brand…
This website uses cookies.