Donald Trump sita Kapal Tanker minyak Rusia di kawasan Atlantik Utara
Amerika Serikat, Donald Trump melakukan penyitaan terhadap sebuah kapal tanker minyak yang dikaitkan dengan Rusia di kawasan Atlantik Utara.
Operasi ini merupakan kelanjutan dari pengejaran panjang yang dimulai sejak kapal tersebut terdeteksi berlayar dari perairan dekat Venezuela.
Tindakan Amerika Serikat itu ramai kecaman dari Moskow.
Pemerintah Amerika Serikat mengajakan kapal kanker bersama Marinera, yang sebelumnya dikenal sebagai Bella-1, termasuk dalam jaringan armada bayangan yang digunakan untuk mengangkut minyak bagi sejumlah negara yang tengah dikenai sanksi, seperti Venezuela, Rusia, dan Iran.
Aktivitas kapal tersebut dinilai melanggar ketentuan sanksi yang diberlakukan oleh Washinton.
Meskipun saat berlayak dikawal oleh unsur Angkatan Laut Rusia, kapal tanker tersebut tetap berhasil diamankan oleh otoritas AS.
Penyitaan dilakukan berdasarkan surat perintah pengadilan federal Amerika Serikat dan dilaksanakan di wilayah Atlantik Utara.
Upaya pencegatan sebenarnya telah dilakukan pada bulan desember 2025 di sekitar perairan Venezuela.
Namun, saat itu kepal berhasil menghindari pemeriksaan oleh pasukan Amerika Serikat.
Pengejaran berlanjut hingga akhirnya kapal berhasil dihentikan jauh dari kawasan Amerika Latin.
Komando Eropa Amerika Serikat menjelaskan bawah operasi penyitaan ini merupakan hasil dari koordinasi lintas lembaga, melibatkan Departemen Kehakiman, Departemen Keamanan Dalam Negeri, serta Departemen Pertahanan AS.
Kabar bahagia, Jennifer Coppen sah jadi istri Justin Hubner di Bali Akhirnya kabar bahagia dari…
Ramai Jokowi dikabarkan bakal jadi Ketua Dewan Pembina PSI Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace…
Pesawat Angkut Militer India terbakar usai jatuh, 5 personel tewas Pesawat angkut logistik jenis AN-32…
Publik penasaran, ini alasan Kenny Austin tutupi wajah sang anak Setelah melahirkan putra pertama mereka,…
Nanik ungkap rencana coret anak orang kaya dari program MBG Badan Gizi Nasional (BGN) lagi…
Menteri Pemadaman listrik bukan akibat batu bara langka, kata Bahlil Menteri Energi dan Sumber Daya…
This website uses cookies.