Guruh Soekarnoputra meninggal, PDIP kibarkan bendera 7 hari
Kepergian Guruh Soekarnoputra menjadi momen duka bagi keluarga besar PDI Perjuangan.
Sebagai bentuk penghormatan, partai tersebut menetapkan pengibaran bendera setengah tiang selama tujuh hari di seluruh jajaran organisasi.
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kebudayaan Rano Karno menyampaikan keputusan tersebut saat prosesi pelepasan jenazah Guruh di TPU Karet Bivak, Jakarta.
Rano hadir dalam acara tersebut sekaligus menyampaikan pesan dari keluarga besar Soekarno.
Menurut Rano, penghormatan terhadap Guruh dilakukan melalui protokol resmi partai.
Instruksi pengibaran bendera berlaku bagi seluruh tingkatan kepengurusan, mulai dari DPP hingga anak ranting.
Masa berkabung tersebut juga menjadi kesempatan untuk mengenang pemikiran dan kepedulian Guruh terhadap masyarakat.
Rano berharap semangat yang pernah diperlihatkan Guruh dalam memperjuangkan rakyat serta kecintaannya terhadap Indonesia tetap diteruskan.
Jenazah Guruh dimakamkan di TPU Karet Bivak pada Sabtu 26 September. Prosesi pemakaman dimulai sekitar pukul 13.35 WIB dan dihadiri keluarga, kerabat, serta sejumlah tokoh nasional.
Semasa hidup, Guruh dikenal memiliki perjalanan panjang di bidang seni dan kebudayaan.
Salah satu pencapaiannya terjadi pada 1975 ketika ia meraih hadiah utama Festival Lagu Populer Tingkat Nasional melalui lagu “Renjana”.
Dua tahun berselang, Guruh mendirikan Swara Maharddhika sebagai wadah pengembangan seni pertunjukan kolosal.
Kiprahnya berlanjut dengan penghargaan ilustrasi musik film terbaik dalam Festival Film Indonesia 1978 di Ujung Pandang.
Pada dekade 1980-an, aktivitas Guruh semakin beragam. Ia terlibat sebagai koreografer, komposer, pengarah seni, hingga sutradara dalam berbagai pertunjukan besar. Guruh juga pernah berakting sebagai Sunan Muria dalam film “Wali Songo”.
Karya-karyanya turut membawanya tampil di berbagai negara. Pada 1988, ia mendirikan Gencar Semarak Perkasa Production yang membawa rombongan seniman Indonesia ke Denmark dan Swedia.
Guruh juga memiliki perhatian terhadap hak cipta melalui keterlibatannya di Yayasan Karya Cipta Indonesia. Atas kontribusinya, ia menerima sejumlah penghargaan dari dalam dan luar negeri.

